Dindikbud Pandeglang Tolak Program Full Day School

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang menolak penerapan program Full Day School (FDS) yang rencananya akan mulai diberlakukan pada tahun ajaran baru. Dindikbud menilai, aturan itu belum siap untuk diterapkan di Pandeglang.

Kepala Dindikbud Pandeglang, Salman Sunardi menjelaskan, setidaknya ada 4 hal yang menjadi pertimbangan pihaknya untuk menolak pemberlakuan aturan tersebut. Salman menyebut, alasan pertama penolakan tersebut, keterkaitan dengan faktor ekonomi. Jika aturan FDS diterapkan, maka dipastikan perbekalan para anak didik akan bertambah. Sedangkan kemampuan ekonomi masyarakat Pandeglang dilihat belum mampu untuk memenuhi perbekalan anak-anaknya hingga sore hari.

“Kedua, perihal kultur budaya masyarakat Pandeglang yang dikenal dengan agamis. Seandainya lewat dari pukul 12.00 WIB maka sekolah pendidikan agama akan terlewat. Budaya itu kan di kita masih kuat,” ujarnya (11/07/2017).

Ketiga, lanjut Salman, penerapan FDS akan memangkas pendidikan agama di sekolah formal. Karena FDS tidak dibarengi dengan penambahan jam pendidikan agama yang hanya mendapat jatah 2 jam dalam satu minggu. Sedangkan Bupati Pandeglang tekah mengeluarkan peraturan terkait Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) yang menekankan soal penambahan pendidikan agama agar bisa membantu moralitas dan spritual peserta didik.

“Kemudian yang menjadi pertimbangan, yakni menyangkut masalah fasilitas sekolah yang dinilai mendukung. Dimana masih banyak sarana dan pra sarana sekolah di Pandeglang yang belum terpenuhi. Secara fisik sementara ini di kita belum memadai semua,” bebernya.

Namun begitu, Salman mengaku jika sikap penolakan itu belum disampaikan secara resmi ke Kemendikbud. Pasalnya, Dindikbud akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan sejumlah pihak seperti ulama, praktisi pendidikan, dan akademisi untuk merumuskan penolakan tersebut.

“Kami belum mengirim sikap ke Kemendikbud, karena kami harus ada argumentasi logis secara akademis. Sementara ini, Pandeglang belum bisa mengimplementasikan beberapa keterkaitan kajian di lapangan soal FDS. Jadi kaitan masalah ini, kami perlu pertemuan dengan para tokoh, ulama, dan akademisi, praktisi pendidikan,” terang mantan Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan itu. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...