Bupati Pandeglang Pandeglang Akan Rotasi Pejabat Jika Ini Terjadi

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Bupati Pandeglang, Irna Narulita memastikan bahwa dalam waktu dekat akan kembali melakukan rotasi jabatan terhadap pejabat-pejabatnya. Kali ini, Irna membocorkan bahwa pejabat yang menjadi sasaran rotasi, ialah pejabat yang tak mampu melakukan serapan anggaran dengan baik pada Semester pertama tahun anggaran 2017. Diperkirakan perombakan pejabat Jilid VII ini akan berlangsung pada Agustus mendatang.

Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terancam, merupakan instansi dengan beban anggaran yang besar. Seperti diantaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM (Disperindag ESDM), dan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (DPKPP).

Pasalnya hingga kini serapan anggaran dilembaga tersebut, masih di bawah 50 persen. Padahal, sebagai OPD yang mengelola Dana Alokasi Khusus (DAK), seharusnya mereka sudah bisa merealisasikan anggaran minimal 75 persen.

“Saat ini kami intens Rakor (Rapat Koordinasi, pen) umum dan Ratas (Rapat Terbatas, pen) terus, bahkan satu minggu itu dijadwalkan dua kali Senin sama Jumat yang dikhususkan OPD pengelola infrastruktur bagi yang DAK (Dana Alokasi Khusus). Kesiapan kami sampai 19 Juli agar bisa sampai 75 persen realisasinya,” ujar Irna, Selasa (11/7/2017).
Irna mengatakan, ancaman rotasi sudah sering disampaikan Rakor dan Ratas. Dirinya menjelaskan, penegasan itu ditekankan kepada seluruh OPD, karena berkaitan dengan potensi DAK yang tidak akan ditransfer pada triwulan berikutnya jika DAK saat ini belum terserap 75 persen.

“Sudah pasti (akan dirotasi). Jadi kalau dia bermasalah jadi target saya. Kan dia tidak mencapai realisasi target dan itu sudah saya sampaikan setiap Ratas. DAK ini kalau sampai tidak terserap, akan mengecil angkanya di tahun 2018. Ibu tidak mau rugi,” ungkapnya.

Untuk mengatasi persoalan serapan anggaran yang rendah, lanjut bupati, pihaknya telah membentuk tim khusus yang dikepalai oleh masing-masing Asisten Daerah. Tiga tim itu diperbantukan oleh berbagai Kepala Bagian (Kabag), untuk menyelesaikan jaminan pelaksanaan serta memastikan para pengusaha agar menyerap uang muka supaya tidak ada lagi sistem Full Finansiring.

“Kami juga sudah membuat tim khusus yang terdiri dari para Asda, mereka bekerja dengan Kabag-kabag semua. Begitu juga dengan Inspektorat melakukan pengawasan dan ikut mendorong penyerapan supaya bagus,” ucap ibu tiga anak ini.

Maka dari itu, wanita pemilik akun Instagram @irnadimyati ini sangat optimis apabila penyerapan anggaran tahun 2017 akan lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Ya rotasi lah kalau dia tidak mampu disitu (OPD pengelola infrastruktur), ditambah lagi kan masyarakat sudah menunggu pembangunan,” tegasnya. (IY)

Comments
Loading...