BPK Temukan Biaya Perjalanan Dinkes Pandeglang Ganda

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Banten menemukan adanya biaya perjalanan dinas di Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang yang ganda. Munculnya temuan pembayaran ganda perjalanan dinas itu tercantum dalam Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang mencapai Rp 66.8 juta yang disebutkan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2016.

Plt Kepala Dinkes Padeglang Indah Dinarsiani mengakui perihal temuan tersebut. Namun, Indah menuturkan bahwa pihaknya sudah menindaklanjuti dengan cara mengembalikan anggaran ke kas daerah sesuai dengan permintaan dari BPK.

“Sudah kami selesaikan karena langsung by name by address dan uangnya itu kami kembalikan ke kas daerah. Sebetulnya temuan itu terjadi ketika kami menugaskan pegawai untuk mengikuti pelatihan ke luar daerah yang dikasih SPPD,” kata Indah, Selasa (18/7/2017).

Menurut dia, pemberian biaya perjalanan dinas dilakukan sebagai bentuk perhatian kepada para pegawai yang ditugaskan untuk mengikuti kegiatan diluar daerah. Sehingga pihaknya berinisiatif memberikan uang saku yang tercantum ke dalam SPPD.

“Memang perjalanan dinas ini awalnya kami sangat kasian ketika menugaskan pegawai yang mengikuti kegiatan ke provinsi, Jakarta dan lainnya. Kami tidak tahu kalau di sana mereka dibiayai atau tidak. Ternyata teman-teman mendapatkan uang saku dari sana, makanya kami tidak tahu kalau mereka sudah mendapatkan transpor,” terangnya.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pandeglang Ferry Hasanudin menegaskan, sudah mengintruksikan Dinkes untuk segera menindaklanjuti temuan BPK tersebut.

“Kami sudah mengeluarkan surat perintah, sesuai dengan permintaan dari BPK, temuan anggaran perjalanan dinas itu sudah di kembalikan ke kas daerah,” singkatnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang Entol Supriadi menyayangkan dengan munculnya temuan anggaran perjalanan dinas yang ganda tersebut. Pihaknya meminta agar Dinkes lebih hati-hati ketika menyusun anggaran tahun yang akan datang agar temuan itu menjadi pembelajaran.

“Kami harap temuan itu menjadi perhatian karena jangan sampai permasalahan itu berdampak buruk kepada tata kelola pemerintahan,” tegasnya. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...