Zonasi Penerimaan Siswa Baru Demi Pemerataan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Wakil Wali Kota Palangka Raya Moft Saptono Subagio menilai sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB), dengan sistem zonasi, bukanlah sesuatu yang dapat membebani masyarakat.

“Memang untuk.menyekolahkan anak didik adalah sebuah pilihan orang tua dan anak itu sendiri. Tapi apa iya sih, bila pilihan sekolah harus ditempat yang jarak tempuhnya jauh, dengan melewati satu sampai dua sekolah pada jenjang yang sama. Ibarat kata rumah disebelah timur masa harus menyekolahkan anak didik disebelah selatan ?,” tanya Mofit, Rabu (13/6).

Menurut dia, bila mengacu peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) mengenai  sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB), dimaksudkan untuk mempermudah masyarakat dalam menyekolahkan anak didiknya di sekolah yang dekat dengan domisilinya. Pun demikian pemerintah kota (pemko) Palangka Raya itu sendiri  masih mempelajari serta menilai lebih lanjut sistem tersebut.

“Memang ini bukan berarti diwajibkan. Silahkan masyarakat memilih sekolah. Bagi saya pada prinsifnya tidak ada sekolah baik SD maupun SMP atau bahkan SMA sederajat yang favorit atau tidak favorit. Semuanya sama tergantung peserta didik dan guru pengajarnya,”ujar Mofit menegaskan.

Bicara soal zonasi lanjut Mofit, tidak lain bertujuan untuk pemerataan kualitas pendidikan, sehingga  perlu diterapkan zonasi wilayah Timur, Barat, Selatan serta utara. Namun demikian pada umumnya setiap orang tua tetap bebas memilih sekolah menurut pandangannya masing-masing. Sedangkan bagi pemerintah ini merupakan bagian untuk mempermudahkan orang tua dan anak didik itu sendiri serta sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sekolah berikut kualitas para pengajar dan peserta didik secara merata.

“Masa harus menyekolahkan anak harus berpuluh-puluh kilometer . Sementara sekolah yang lebih dekat malah dilewati. Jadi semua ini bergantung bagaimana masyarakat menyikapinya,”tutur Mofit menerangkan lagi.

Terpisah anggota Komis C DPRD Kota palangka Raya, Mukarramah ketika ditanya akan hal itu mengatakan rasa kesetujuannya bila penerimaan siswa baru perlu menganut sistem zonasi .

Menurutnya sisten zonasi telah diatur dalam peraturan Mendiknas. Dimana pembagian yang ada, didasrkan pada pembagian wilayah domisili rumah.

“Saya setuju walaupun sipatnya tidak unsur paksaaan. Yang pasti dengan adanya keinginan penerimaan melalui sistem zonasi adalah bertujuan agar tercipta kualitas mutu pendidikan yang sama antar sekolah yang satu dengan sekolah lainnya,”demikian tutup Mukarramah.(AF)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...