Wako Bukittinggi : Optimalkan Lahan Parkir Demi Kenyamanan Pengunjung

MENARAnews, Bukittinggi (Sumatera Barat) – H-4 menjelang Idul Fitri 1438 Hijriah, kepadatan kendaraan mulai nampak memasuki wilayah Bukittinggi. Bukittinggi selain dikenal sebagai kota tujuan wisata di Sumatera Barat, juga salah satu kota yang dikunjungi orang untuk belanja. Namun sayangnya, Kota Wisata ini tidak memiliki lahan parkiran yang memadai guna menyambut lebaran 1438 H.

Lahan parkir saat ini diperkirakan tidak cukup untuk menampung ratusan kendaraan roda dua. Bahkan bagi warga yang datang dengan kendaraan roda empat dikhawatirkan bernasib sama dengan mereka yang menggunakan roda dua.

Melihat begitu pentingnya lahan parkir di Kota Bukittinggi, khususnya dalam menyambut lebaran 1438 H, Pemerintah Kota Bukittinggi melakukan antisipasi dan siaga, dengan menambah lahan parkir.

“Kita akan pakai halaman gedung dan sekolah untuk parkir, petugasnaya langsung disediakan pihak terkait. Serta tarifnya juga ditentukan sebagai mana tarif parkir normal yang berlaku untuk kota ini,” kata Ramlan Nurmatias kemarin, Rabu, (21/6) di Balaikota Bukittinggi.

Menurutnya, kota ini selalu ramai dikunjungi apalagi akan memasuki lebaran nanti. Jadi, sebagai antisipasi lonjakan pengunjung yang memakai roda dua dan empat, maka dipakailah gedung-gedung tersebut untuk lahan parkir agar pengunjung aman dan nyaman.

Selanjutnya Wako Ramlan, menambahkan bahwa Pemkot Bukittingi tidak akan melakukan sistim penggembosan ban bagi kendaraan yang parkir di tempat yang tidak seharunya, menjelang lebaran dan saat lebaran nantinya.

“Kita tekankan kepada petugas gabungan tim Satuan Kerja Keamanan dan Ketertiban Kota (SK 4), untuk tidak melakukan penggembosan ban bagi kendaraan yang parkir sembarangan. Hal itu karena menjelang atau ketika lebaran nanti banyak, kendaraan sedangkan lahan di Bukittinggi juga sempit,” ucap Wako Ramlan.

Sementara itu, Kadishub Kota Bukittinggi, Elvi Syahri Munir saat dikonfirmasi mengungkapkan hal senada dengan Wako Ramlan. Ketika Lebaran nanti, Kota Bukittinggi akan dipadati oleh kendaraan, baik itu roda dua maupun empat. Sedangkan tempat parkir tidak memadai.

Dikatakan Elvi, pihaknya akan memanfaatkan lahan kosong sebagai tempat parkir. Pengelolaannya akan diserahkan sepenuhnya kepada pemilik lahan itu, namun pihaknya tetapakan mengawasi hal petugas tersebut, sebagai antisiapasi tarif parkir yang berlebihan.

“Kita akan menerapkan sistim pemantauan kepada petugas yang ada di Gedung Sekolah atau Instansi Pemerintahan itu. Sebab, kita takutkan mereka membebankan tariff yang berlebihan dan itu akan mencemarkan nama baik kota ini. Untuk tarifnya, menyesuaikan dengan yang berlaku, yakni Rp 1000 untuk roda dua dan Rp 4000 untuk roda empat,” tutup Elvis Syahri Munir.(AD)

Comments
Loading...