Trenggiling Selundupan yang Masih Hidup di Lepasliarkan

MENARAnews, Medan (Sumut) – Satuan Polisi Reaksi Cepat (SPORC) Macan Tutul melepasliarkan 110 ekor trenggiling hasil tangkapan dari pelaku penyelundupan.

Hewan bernama latin Manis Javanica itu dilepaskanke habitt asli di Suaka Margasatwa Ciranggas, Kabupaten Dari, Sumatera Utara. Hal tersebut diungkapkan Kepala Balai Penegakan Hukum Linkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera Halasan Tulus, Rabu (14/6/2017).

Sebelumnya, 225 ekor trenggiling berhasil diamankan dari sebuah gudang di Medan Senin (12/6/2017). Diantara hewan yang hampir punah itu, 91 ekor sudah mati.

“Ada juga yang dikuliti, jumlahnya sekitar 24 ekor,” ujar Halasan.

Alasan SPORC melepas hewan itu ke Suaka Margasatwa Ciranggas karena alamnya masih cocok untuk trenggeling. Terlebih kondisi alam disana juga masih bagus dan alami.

Dia juga mengatakan, pelaku perdagangan ilegal satwa dilindungi itu sudah diproses secara intensif. Pihaknya juga melakukan pengembangan kasus. Karena jaringan perdagangan satwa ini sangat kuat.

“Mau kita cari tahu hingga cukongnya. Mudah-mudan hari ini bisa kita laksanakan,” ungkap Halasan.

Trenggiling – trenggiling ini ditemukan dalam penggerebekan sebuah gudang di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Titipan, Kecamatan Medan Deli, Medan. Penggerebekan dilakukan tim gabungan dari Lantamal I Belawan dan Dinas Pengamanan TNI AL, Jakarta.

Tim sudah melakukan penyelidikan dan pengintaian sebelum akhirnya melakukan penggerebekan. Dari keterangan pelaku, satwa itu didapat dari beberapa tempat yakni, Binjai, Langkat dan Jambi melalui jalur laut.

Pelaku hendak menyelundupkan trenggiling itu ke Malaysia. Dari informasi yang dihimpun, trenggiling dijadikan bahan untuk membuat sabu di Malaysia. (yug)

 

Comments
Loading...