Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama di Palangka Raya Sudah Teruji

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio mengatakan,  toleransi antar umat beragama selama ini telah berjalan dengan harmonis. Bahkan sejatinya sudah teruji dalam bingkai Huma Betang khususnya di Kota Palangka Raya dan di wilayah Kalteng.

“Momentum bulan Ramadhan ini hanya sebatas mempertebal lagi keharmonisan toleransi tersebut. Bila bicara soal toleransi antar umat beragama, ukurannya bukan saat Ramadhan saja. Sejak dulu toleransi itu sudah terbentuk dan tak tergoyahkan. Saya sudah 50 tahun tinggal di Kota Palangka Raya, dimana sikap saling hormat menghormati dan menghargai itu tidak terpengaruh oleh rongrongan atau bentuk apapun,” ungkap Mofit usai menggelar kegiatan buka puasa bersama antara Pemerintah Kota Palangka Raya dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, Rabu (31/5) di rumah jabatan (rujab) Wakil Walikota Palangka Raya.

Dikatakan Mofit, momentum Ramadhan tentu sangat penting, untuk lebih mempererat lagi tali silaturahmi antar umat, yang dalam beberapa bulan terakhir telah diganggu dengan berbagai permasalahan disana sini sehingga mempengaruhi rasa persatuan yang telah dibangun.

“Anda lihat saja, saat buka bersama puasa ini yang hadir semua agama. Kita pun banyak dibantu ormas keagamaan maupun ormas adat. Kita berharap, semuanya dapat menciptakan rasa aman dan nyaman. Kita berharap tidak hanya sebatas Ramadhan hal ini terlihat, tapi pada bulan bulan lainnya ataupun momentum lainnya maka rasa persatuan dan kesatuan jangan sampai terusik,” cetusnya.

Sementara dihadapan para tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta dihadiri para tokoh Kalteng lainnya, seperti  Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalteng Abdul Razak, Mantan Wakil Gubernur Kalteng Ahmad Diran, Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya Bulkani, dan unsur pimpinan daerah baik kota maupun provinsi, Mofit dalam sambutannya mengingatkan kembali seluruh lapisan masyarakat agar dapat menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Terlebih berkaitan dengan maraknya isu-isu yang cukup mengganggu serta dapat mengancam ketertiban umum.

“Banyak sekali hal-hal yang dapat menganggu pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan. Namun semua itu merupakan ujian dari umat Islam untuk bersabar dalam menjaga ibadah puasanya,” imbuh dia.

Mofit juga berpesan agar masyarakat Kota Palangka Raya terus menjaga kerukunan antar umat beragama, jangan sampai terpecah belah karena sesuatu dan lain hal.

“Kepada penegak hukum dan masyarakat mari bahu membahu memperkuat lagi rasa aman, nyaman, dengan situasi dan kondisi yang memang selama ini sudah kondusif,” papar Mofit,  dihadapan ribuan masyarakat Kota Palangka Raya saat acara bukber puasa tersebut.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...