Tokoh Lintas Suku Bangga Pada Filosofi Huma Betang

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Momentum perayaan Hari Lahir Pancasila tidak hanya dirasa oleh penyelenggaraan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah saja, akan tetapi juga dirasa oleh seluruh elemen masyarakat Kalteng Tengah. Tidak sedikit tanggapan yang sangat luar biasa disampaikan sejumlah tokoh masyarakat, tidak bisa dipungkiri bahwa Pancasila sebagai Landasan Negara.

Hal ini ditegaskan oleh tokoh Pendiri Kalteng yakni Sabran Achmad, Negara Indonesia berdasarkan Pancasila yang mutlak, dan tidak ada yang bisa dipungkiri. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 tidak ada yang membicarakan mayoritas dan minoritas dalam konteks Kebangsaan.

“Saya sangat berterima Kasih sekali kepada Pak Kapolda Kalteng (Brigjen. Pol. Anang Revandoko.red) yang membuat satu rencana dan Kegiatan tentang peringatan Hari Lahirnya Pancasila di Tugu Soekarno di Kalimantan Tengah, juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pak Danrem 102/Pjg (Kolonel.Arm.M Naudi Nurdika.red) dan Wakil Gubernur Kalteng (Habib Said Ismail. red),” jelas Sabran Achmad Kamis (01/06).

Bahkan dirinya dengan tegas mengatakan, tidak ada lagi masyarakat Kalteng yang mempertanyakan dasar Negara Indonesia itu apa?, dan jangan dicari dan dipertanyakan lagi, Pancasila berasal dari mana, serta tidak perlu dipersandingkan dengan hal-hal yang lain. Perlu diketahui kemerdekaan Indonesia tidak hanya diraih oleh satu suku atau agama saja, tapi bermacam-macam suku dan agama.

Hal senada juga disampaikan Tokoh Kelahiran Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sudah lama berdiam di Kalteng yakni Abdullah, mengucapkan terima kasih atas terlaksana kegiatan yang dalam rangka memperingati Lahirnya Pancasila 1 Juni. Ada kekuatan tersendiri di Kalteng yaitu filosofinya “Huma Betang”.

“Saya sudah lama tinggal di Kalteng sekitar 30 tahun, dan filosofi “Huma Betang” merupakan suatu hal yang sangat luar biasa, dimana diantara perbedaan baik suku, agama dan lain-lain saling menghargai dan menghormati. Kegiatan Hari Lahir Pancasila di monumen tugu Soekarno ini merupakan suatu sejarah baru di Kalteng,” jelas Abdullah.

Bahkan dirinya berharap Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini dapat diteruskan di tahun-tahun selanjutnya, sehingga generasi-generasi penerus yang ada, katanya lagi, tau bagaimana sejarah yang dilakukan oleh Bung Karno dalam rangka meletakkan tonggak Pembangunan yang juga merupakan salah satu awal Kota Palangka Raya.

Tokoh Jawa di Kalteng, Ahmad Diran juga memberikan pendapat, kegiatan kali ini merupakan kegiatan yang luar biasa. Dan Filosofi “Huma Betang” yang ada di Kalimantan Tengah sudah dialaminya selama 43 tahun terakhir. Dimana masyarakat sangat bagus dan sangat menghargai betul masyarakat pendatang.

“Saya sesepuhnya orang Jawa yang merantau merasakan hal itu, masyarakat Kalteng sangat sungguh baik sekali. Jika berbicara tentang Pancasila, masyarakat akan berbicara secara utuh, tidak memandang suku, agama ras dan golongan, satu sama yang lainnya saling hormat menghormati, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” tutupnya.(arli)

Comments
Loading...