Tinjau Pasar Pabukoan, BPOM Sumatera Barat Temukan Makanan Mengandung Rhodamin B

MENARAnews, Bukittinggi (Sumatera Barat) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sumatera Barat melakukan peninjauan produk makanan ke Pasar Pabukoan, Pasar Atas, Bukittinggi, Minggu (11/6/2017).

Sidak ini bertujuan untuk memastikan makanan dan minuman yang diperjualkan belikan di Pasar Pabukoan tidak mengandung pengawet maupun bahan berbahaya lainnya yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, terlihat Kepala BPOM Sumatera Barat beserta rombongan berintraksi dengan para para pedagang dan pengunjung Pasar Pabukoan.

BPOM Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin Kepala BPOM Sumatera Barat, Zulkifli bersama anngotanya, dan didampingi, Walikota Bukittinggi, Ramlan Numatias, Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi, Yuan Karnova (Sekda Bukittinggi), Ismail Djohar (Asisten II), dan beberapa OPD terkait mengambil sampel 21 item makanan di Pasar Pabukoan. Dari 21 sampel yang dikumpulkan, selanjutnya dilakukan uji laboratorium di mobil laboratroium BPOM, apakah mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan atau tidak. Sejumlah makanan yang dijadikan sampel antara lain, cendol delima, makanan dari rumput laut, wafer, dan berbagai jajanan takjil ramadhan.

“Setelah melakukan pengujian di mobil laboratorium, didapatkan satu yang positif mengandung Rhodamin B (pewarna textil), yaitu pada cendol delima. Hal tersebut telah dilaporkan kepada Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias untuk dapat ditindak lanjuti,” terang Zulkifli.

Dalam keterangannya bersama awak media, Zulkifli menjelaskan bahwa tindak lanjut atas temuan tersebut merupakan kewenangan dari Pemkot Bukittinggi. Hal tersebut sesuai dengan yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dengan PP Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu Dan Gizi Pangan.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias memerintahkan Koperindag untuk memberikan peringatan dan pembinaan kepada pedagang yang terindikasi menjual zat berbahaya pada makanan. Pihaknya menekankan, pada tahap awal ini Pemkot hanya akan memberikan pembinaan, selanjutnya apabila dikemudian hari ditemukan lagi hal serupa, maka Pemkot akan memberikan tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang ada.

Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, BPOM Provinsi Sumatera Barat intens melakukan peninjauan terhadap produk makanan yang beredar di masyarakat, guna meminimalisir adanya penggunaan bahan berbahaya pada makanan yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

”Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, terdapat tiga tahapan BPOM Sumatera Barat dalam hal peninjauan bahan makanan di wilayah Sumatera Barat. Pertama, sebelum Ramadhan, BPOM Sumbar mengawasi penganan olahan, baik distributor, swalayan dan supermarket. Selanjutnya, 2 minggu selama Ramadhan, BPOM mengawasi takjil atau pabukoannya. Minggu ketiga, BPOM mengawasi parcel atau kembali ke panganan olahan,” tutup Zulkifli. (AD)

Comments
Loading...