Tingkatkan Pelayanan, BI Kalteng Antisipasi Kebutuhan Uang Kartal Jelang Lebaran

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Di tengah tingginya kebutuhan uang kartal menjelang Idul Fitri, Bank Indonesia (BI) terus melakukan upaya peningkatan pelayanan terhadap masyarakat dan juga mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), seperti berkoordinasi dengan pihak-pihak tertentu, termasuk pihak perbankan.

Terutama dalam penyediaan kartu perdana uang Elektronik dan top up uang Elektronik dapat dilakukan dengan mudah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan BI Kalteng Wuryanto ke sejumlah awak media melalui press release yang disampaikan, Senin (05/06) di Palangka Raya.

Untuk mendukung kegiatan Ekonomi masyarakat, BI juga terus mengoptimalkan sistem pembayaran non tunai yang diselenggarakan oleh BI yaitu BI-RTGS dan SKNBI. Tidak hanya itu, BI juga sudah melaksanakan pengujian terhadap seluruh infrastruktur guna memastikan terselenggaranya layanan sistem pembayaran secara aman.

“Lancar, dan efesien khususnya apabila terjadi peningkatan volume transaksi pada bulan Ramadhan. BI juga terus berkoordinasi dengan peserta sistem pembayaran guna memastikan optimalnya kegiatan sistem pembayaran. Dengan langkah-langka antisipatif yang dilakukan, kita berharap kegiatan ekonomi masyarakat berjalan lancar, aman dan nyaman,” jelas Wuryanto.

Pihaknya juga memperkirakan, menjelang Idul Fitri 2017 akan terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat akan uang kartal, berdasarkan pola musiman. Peningkatan yang dimaksudkan antara lain terkait pembayaran gaji dan tunjangan hari raya (THR), dan juga kebutuhan lainnya terkait perayaan Idul Fitri.

Untuk itu, jelasnya menambahkan, BI terus memastikan tersedianya uang tunai dalam berbagai pecahan, dan juga penyediaan layanan kas untuk masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Kalteng. Dirinya juga menginformasikan bahwa persediaan kas bulan Juli 2017 sebesar Rp.4,170 T.

“Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalteng memproyeksikan outflow pada bulan ramadhan dan lebaran (Mei-Juni 2017.red) adalah sebesar Rp. 2.908 T. Proyeksi tersebut meningkat 21 persen dibandingkan proyeksi kebutuhan uang di tahun 2016. Perhitungan proyeksi sudah termasuk penarikan perbankan di Kota Palangka Raya dan Kas titipan,” ujarnya menambahkan.

Agar kenyamanan dan keamanan penukaran uang dapat terjaga, dirinya juga tidak lupa menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan penukaran uang di tempat-tempat penukaran resmi, baik diselenggarakan oleh BI, Perbankan maupun pihak-pihak lain yang ditunjuk oleh BI. Terkait penukaran uang, BI juga sudah menyiapkan 18 Bank untuk melayani masyarakat selama bulan Ramadhan setiap hari kerja.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...