Sudah Bayar Pajak, Rumah Sarang Walet Dipasangi Plang

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Kapuas membuat suatu terobosan dengan memasangi plang pemberitahuan pada sejumlah tempat usaha rumah sarang walet di wilayah Kota Kuala Kapuas yang telah membayar pajak.

Plang pemberitahuan itu sendiri bertuliskan “Rumah sarang walet ini telah memberikan kontribusi kepada daerah Kabupaten Kapuas sesuai Perda Nomor 8 Tahun 2010”. “Ada tiga belas plang yang sudah dipasang,” kata  Kepala Bidang Penindakan dan Penyuluhan Pajak dan Retribusi Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Kapuas Pangeran Sujuoan P,S.Hut MM, Rabu (14/6/2017).

Menurut Pengeran, pengadaan plang pemberitahuan tersebut merupakan swadaya dari pengusaha rumah walet itu sendiri. “Inisiatif pemasangan plang itu memang dari kami, tapi karena kami keterbatasan dana sehingga pengusahanya langsung yang mengadakan plangnya guna memberitahukan kalau usahanya telah memberikan kontribusi untuk daerah,” ungkapnya.

BPPRD Kapuas melalui Bidang Penindakan dan Penyuluhan Pajak dan Retribusi juga telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah usaha rumah sarang walet di wilayah Kota Kuala Kapuas.

Dalam hasil pengecekan itu bahwa ternyata memang ada sebagian usaha rumah sarang burung walet, khususnya di wilayah Kota Kuala Kapuas  yang belum menghasilkan atau belum panen sehingga belum bisa membayar pajak atas hasil usahanya.

“Ada banyak yang memang tidak panen, bahkan pengusahanya sendiri ada yang meminta agar kita melihat langsung ke tempatnya, ternyata mereka bukannya membangkang (tidak membayar pajak), tapi memang tidak ada panen, kosong sama sekali,” ujar Pangeran.

Namun demikian ada juga beberapa usaha rumah sarang burung walet lainnya yang  dianggap tidak membayar pajak. “Tapi lokasi-lokasinya kita sudah tahu, ini akan kita berikan surat peringatan lagi dengan meminta tanda terima, mudah-mudahan mereka nanti mau membayar pajak,” harapnya.

Mantan Kasat Satpol PP Kapuas itu menambahkan, terkadang hanya komunikasi yang sulit antara pihaknya dengan pemilik usaha rumah walet. “Yang mengurus perizinannya dulu itu beda lagi sekarang orangnya, tapi bukan mereka melawan, hanya komunikasinya saja tidak sampai. Malah mereka sendiri yang mengusulkan kalau begini buat asosiasi saja biar enak,” terang Pangeran. (irf)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...