Riban Berharap Palangka Raya Banyak Miliki Lulusan Komunikasi

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia mengatakan saat ini perlu adanya tenaga yang memiliki kemampuan dalam bidang komunikasi. Sebab itulah diperlukan  sumber daya manusia (SDM) dari lulusan  program studi (prodi) komunikasi dari berbagai universitas yang ada.

Harapan itu disampaikan Riban tentu bukan tanpa sebab, selain dirinya kini dipercaya sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP), Riban juga mengatakan  bahwa, di Fakultas Fisip UMP itu, kini sudah ada prodi administrasi negara dan ada komunikasi. Bahkan program itu kata dia, sudah berjalan dalam satu semester.

“Jadi ada peluang, bagi putra putri di kota ini untuk menimba ilmu administrasi negara dan komunikasi. Prodi ini satu-satunya telah di buka di perguruan tinggi yang ada di Palangka Raya, yakni ada di Fakultas Fisip UMP,” sebutnya, Jumat (16/6).

Menurut Riban, bila kita melihat di daerah lain, maka  peran orang-orang  yang menguasai bidang komunikasi ini sangat besar. Agar tidak tertinggal, maka setidaknya perlu  mempersiapkan  SDM yang menguasai jurusan atau bidang tersebut.

“Banyak orang yang tidak menyadari  bahwa kemampuan ilmu komunikasi saat ini  berperan besar untuk pembangunan terutama bagi semua bidang pemerintahan. Sebab itu, kebetulan di Fisip Muhammadiyah ini ada Komunikasi, maka kami juga memperkenalkan program studi ini secara luas,” ungkapnya menerangkan lagi.

Ilmu komunikasi lanjut dia sangat erat kaitannya dengan  aktivitas, kegiatan, atau profesi yang ada saat ini. Sebut saja bagi  orang-orang yang bertugas di bagian humas pemerintahan kalau tidak punya kemampuan dalam rangka menyampaikan informasi seperti visi dan misi kepemerintahan, maka dapat dikatakan belum optimal. sebab itulah ke depan perlu dilakukan pembenahan.

Riban tidak menepis bakal ada persoalan ketika prodi komunikasi baru dibuka, dengan konsekuensi akreditasinya masih C.

“Saya katakan, tidak ada perguruan tinggi begitu diberi izin operasional oleh menteri langsung akreditasinya A, itu tidak ada. Tapi Ilmu Komunikasi yang dibuka ini baru levelnya S-1, selama ini pun kami siap untuk melakukan uji akreditasi dalam mendapatkan akreditasi B. Pengalaman yang sudah-sudah seperti dilakukan untuk magister saja kita bisa apalagi yang ini,” tandasnya.

Sementara disinggung terkait tenaga pengajar Riban mengaku dirinya pun siap dalam membantu memberikan serta membagikan ilmu pengetahuan tentang komunikasi. Terlebih selama ini ia berpegang pada prinsip “tak ada rotan akar pun jadi” yang merupakan penyemangat.

“Tapi perlahan-lahan kita tetap berusaha cari tenaga pengajar yang sudah senior yang memang dasarnya orang komunikasi jadi kita berusaha menjaga kredibilitas, kualitas dan sustainable sistemnya ke depan,” tutupnya.(AF)

Editor: Hidayat

 

Comments
Loading...