Razia Gabungan Di Terminal Labuan, Hanya 30 Persen Bus Layak Beroperasi

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Kenyamanan dan keselamatan penumpang merupakan prioritas utama selama mudik Lebaran 2017 mendatang. Hal tersebut terjamin jika kondisi kendaraan layak pakai dan supir dalam kondisi sehat. Untuk memastikan kondisi kendaraan dan supir, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Banten, Polda Banten dan Polres Pandeglang menggelar operasi gabungan di Terminal Labuan Pandeglang. Adapun sasaran utama dari kegiatan ini adalah Bus Murni Jaya, Murni Putih, dan Asli Prima.

“Razia kali ini difokuskan pada pengecekan kendaraan, sekaligus mengecek kondisi supir apakah positif menggunakan Narkoba atau tidak,” ujar Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Polda Banten AKBP Indra disela-sela pengecekan kendaraan, (15/06/2017).

Senada dengan hal tersebut, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Provinsi Banten Sucipto mengatakan, kegiatan ini dalam rangka pengecekan kendaraan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, disamping pada dasarnya terminal juga melakukan kegiatan serupa secara rutin.

“Kegiatan ini adalah persiapan Ramcheck persiapan angkutan lebaran, walaupun sebenarnya secara rutin, terminal juga harusnya melakukan Ramcheck setiap sebelum kendaraan berangkat,” terangnya.

Berdasarkan data yang dimiliki petugas Ramchek, hasil razia kali ini berhasil menjarinh sebanyak 20 kendaraan, 6 diantaranya lulus pemeriksaan dan 14 lainnya dikembalikan ke pangkalan masing-masing untuk diperbaiki.

“Udah 20 kita Ramcheck, 6 kita nyatakan lulus, artinya kita beri stiker (layak beroperasi, pen) dan yang sisanya kita kembalikan ke Pool untuk diperbaiki,” ungkap Sucipto.

Ia melanjutkan, sebelum kendaraan memperbaiki kekurangan masing-masing, kendaraan tersebut tidak boleh beroperasi. “Harus memperbaiki apa yang rusak kemudian dicek oleh penguji dan jika dinyatakan layak beroperasi, maka baru bisa beroperasi,” pungkasnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Perwakilan PT Apik Asli Prima Ujang mengatakan bahwa ada 3 armada Asli Prima yang dikembalikan ke Pool karena 1 armada mengalami masalah pada sistem pengendali kemudi stir dan 2 armada lainnya bermasalah pada lampu parkir.

“Iya, ada 2 lampu parkir tidak nyala dan 1 tidak ada Terot (komponen kemudi stir, pen). Sementara dikembalikan ke Pool untuk diperbaiki,” tandasnya.

Hasil pantauan wartawan MENARAnews di lapangan, diperoleh informasi dari petugas BNNP Banten bahwa hasil tes urin menunjukkan bahwa tidak ada supir yang positif menggunakan narkoba. (IY)

Comments
Loading...