Prediksi Inflasi Ramadan 2017 di Kalteng Berada Dibawah 0,5 persen

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Pantauan perkembangan harga komoditi kebutuhan pokok menjelang akhir bulan Juni 2017 khususnya di bulan ramadan di wilayah Kalimantan Tengah masih dalam kondisi stabil yang mengarah kepada peningkatan harga dalam batas wajar.

Hal ini tentunya tidak jauh dari peranan semua pihak baik Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten Kota yang ada di Kalteng. Tidak hanya itu, peran serta Bulog dan Polda Kalteng juga ikut andil bagian dalam menciptakan kondisi tersebut.

“Sampai dengan saat ini, pemantauan harga komoditi di lapangan, masih relatif stabil meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan tapi dalam batas harga yang wajar,” ujar Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Kalteng Setian, Selasa (20/06) di Palangka Raya.

Dengan demikian, ia menyimpulkan bawah prediksi angka inflasi di bulan ramadan tahun 2017 ini jauh lebih rendah bila dibandingkan angka inflasi di tahun 2016 yang hampir mendekati angka 1 persen.

Untuk angka infalsi bulan ini, lanjutnya lagi menambahkan, angkanya kemungkinan di bawah 0,5 persen. Bila dibandingkan dengan bulan Mei 2017 yang masih ada tekanan inflasi yang disebabkan faktor di luar dari komoditi pangan seperti transportasi angkutan udara.

Disinggung terkait adanya potensi adanya kenaikan harga khususnya pada cabe merah segar yang rentan terhadap kenaikan harga pada perayaan hari besar, Setian menjelaskan, sampai saat ini tidak ada gejolak harga pada komoditi tersebut.

“Angkutan udara dimungkinkan saja memberikan sumbangan tingkat inflasi kita. Perkembangan cabe merah pun belum ada arah peningkatan harga yang begitu signifikan dan terakhir masih di harga Rp.45.000 per Kg,” tutupnya.(arli)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...