Peredaran Uang Palsu di Kalteng Mengalami Penurunan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Selama lebih kurang lima bulan terakhir sampai dengan Mei 2017, Peredaran Uang Palsu di wilayah Kalimantan Tengah berdasarkan jumlah temuan uang palsu mengalami penurunan dari jumlah bilyet.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah. Wuryanto dalam press release yang disampaikan kepada menaranews.com, Jum’at (09/06) di Palangka Raya.

“Jumlah uang palsu yang ditemukan selama bulan Mei 2017 di Kalteng tercatat sebesar 10 bilyet atau mengalami penurunan bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yakni sebesar 18 bilyet,” jelas Wuryanto ketika itu didampingi Asisten Direktur BI Kalteng Setian beserta jajaran.

Jika dibandingkan dengan total bilyet uang beredar pada periode yang sama, rasio perbandingan temuan uang palsu tersebut sebesar 7 bilyet per 10 juta bilyet uang yang beredar.

“Rasio tersebut juga tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat 1,72 bilyet per 1 juta bilyet uang yang beredar,” tambahnya

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh pihak BI, uang palsu yang beredar di bulan Januari 2017 sebanyak 14 bilyet, Februari sebanyak 11 bilyet, Maret 8 bilyet, April sebanyak 18 bilyet, dan bulan Mei 2017 sebanyak 10 bilyet.

Ia juga menginformasikan, dari tiga daerah yang ada di Kalteng seperti Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Sampit) dan Kabupaten Kotawaringin Barat (Pangkalan Bun) sebagai Daerah atau Kota yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan kliring (SP-Non Tunai), hasil kliring tercatat, total nominal perputaran uang yang dilakukan pada bulan Mei 2017 sebesar Rp. 274,42 Miliar atau mengamali penurunan sebesar -15,75 persen (mtm) bila dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya.

Berbeda dibandingkan dengan nominalnya jumlah bilyet transaksi kliring pada bulan Mei 2017 yang tercatat sebesar 8840 lembar atau meningkat sebesar 20,08 persen (mtm) dibandingkan pada bulan sebelumnya.

“Meningkatnya jumlah bilyet pada bulan mei 2017 di tengah penurunan nominal yang dikliringkan mengindikasikan adanya perubahan tren rata-rata jumlah yang dikliringkan. Rata-rata nominal dikliringkan per bilyet adalah Rp.31,04 juta atau menurun dibandingkan dengan posisi pada bulan april Rp.44,24 juta,” tutupnya.(arli)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...