Pengembangan Padi Hibrida Seluas 2.500 Hektar Di Kapuas Urung Dilaksanakan

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Rencana pengembangan tanaman padi hibrida seluas 2.500 hektar di 8 kecamatan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah tahun ini, urung dilaksanakan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Anjono Bhakti, melalui Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Jarwadi, mengatakan, program pengembangan padi hibrida tidak dapat dilaksanakan lantaran adanya permasalahan dengan harga benih.

“Permasalahannya, pagu anggaran untuk harga benih semula perkilo Rp 75 ribu, cuma karena ada himbauan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar harganya dirasionalisasikan, sehingga menurut Kementan harga rasional untuk padi hibrida Rp 55 ribu perkilo,” katanya di Kuala Kapuas, Rabu (21/6/2017).

Menurut Jarwadi, pihaknya sudah mencari kesana kemari harga benih hibrida sebesar itu (Rp 55 ribu), namun tidak ada benih seharga tersebut. “Sudah saya cari kemana-mana tidak ada harga benih padi hibrida seharga itu, khususnya untuk padi hibrida yang produk impor. Karena yang produk lokal sekarang mencarinya-kan susah, yang ada hanya produk impor,” ujarnya

Minimal harga benih hibrida produk impor sebesar Rp 67 ribu perkilogram. Sedangkan petani, terang Jarwadi, sebenarnya mau menambah Rp 12 ribu, hanya saja permasalahannya apakah bisa penambahan dana dari petani tersebut di masukan dalam klausul kontrak, sedangkan bantuan dari pemerintah adalah dalam bentuk transfer barang.

“Yang masuk kontrak dengan perusahaan-kan harga benih Rp 55 ribu, sedangkan tambahan dari petani Rp 12 ribunya tidak masuk kontrak, perusahaan jelas tidak mau, soalnya nanti kalau ada pemeriksaan pasti kena, kenapa dulu harganya diatas itu sedangkan sekarang berani harga Rp 55 ribu. Jadi, itu permasalahannya,” ungkapnya.

Lanjut Jarwadi, dari pada nantinya bermasalah maka pihaknya pun memutuskan untuk memending pelaksanaan program pengembangan padi hibrida seluas 2.500 hektar tersebut tahun ini.

“Mungkin lebih baik kami pending saja, karena waktu pertemuan kemarin Dirjen juga ngomong langsung seperti itu, pokoknya kalau harga benih padi hibrda diatas Rp 55 ribu, pending. Dari pada nanti beresiko karena sudah ada himbauan dari KPK,” pungkasnya. (irf)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...