Pengelola SPBU Khawatir Distribusi BBM Tersendat Akibat Pemogokan Sopir Pertamina

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Aksi pemogokan yang dilakukan oleh ratusan Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina, Senin (19/06/2017), memunculkan kekhawatiran dikalangan pengelola SPBU di Pandeglang. Pasalnya aksi pemogokan itu akan berdampak pada proses distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Manager SPBU Kadubanen Pandeglang, Ruli Purba mengaku khawatir pemogokan itu akan mengganggu pengiriman BBM. Namun sampai saat ini disebutnya tidak ada hambatan, karena SPBU Kadubanen menerima pasokan BBM dari Pertamina Tanjung Gerem, Grogol, Kota Cilegon.

“Besar sekali kekhawatiran kami. Karena kalau AMT mogok, pengiriman otomatis kan terhambat. Sedangkan stok kami di SPBU terbatas. Apalagi menjelang lebaran, kebutuhan penjualan pasti meningkat,” ujarnya saat ditemui dilokasi, Selasa (20/06/2017).

Ruli menjelaskan, sampai sejauh ini belum ada komunikasi sesama pengelola SPBU terhadap aksi pemogokan. Bahkan belum diketahui pula langkah yang dilakukan jika suplai BBM ke Pandeglang tersendat.

“Sampai sejauh ini belum ada komunikasi dengan sesama pengelola SPBU, belum mendapat info. Karena memang sekarang masih berjalan lancar. Kalau tidak dikirim sehari, maka kami tidak bisa menjual,” imbuhnya.

Dirinya berharap agar aksi pemogokan AMT tidak merambat ke Pandeglang. Karena kebutuhan BBM menjelang lebaran Idul Fitri dipastikan meningkat. Apalagi akan bertepatan pula dengan masa liburan.

“Kebutuhan BBM jelang hari raya selalu meningkat, biasanya H-2 lebaran sampai H+7 lebaran. Karena ini kan jalur wisata, jadi itu yang membuat peningkatan di SPBU kami,” beber Ruli.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Rudy Permana memastikan bahwa aksi pemogokan oleh AMT tidak menganggu proses distribusi BBM di Banten. Karena ditegaskannya, AMT yang melakukan aksi pemogokan merupakan mantan karyawan PT Garda Utama Nasional, yang tergabung dalam
Perusahaan Pemborong Pekerjaan Pengangkutan (4P).

“Mereka itu kan bukan pekerja aktif. Mereka tidak lolos proses evaluasi. Jadi pihak SPBU tidak perlu khawatir. Kami dari Patra Niaga dan Pertamina tetap menjaga komitmen distribusi BBM selama SPBU ada permintaan,” ujarnya.

Dengan demikian tambah Rudy, masyarakat tidak perlu khawatir jika ada ancaman kelangkaan BBM karena Pertamina Patra Niaga serta induk perusahaan PT Pertamina (Persero) yang mendapat penugasan negara dalam distribusi BBM, menjamin kelancaran distribusi BBM.

“Pemilik SPBU tidak perlu khawatir. Kalau sudah bayar PO tidak akan ada masalah. Kami mengantar bahan bakar kan kalau sudah ada PO yang dikeluarkan. Jangan sampai karena belum bayar PO, tidak dikirim bilangnya karena terjadi pemogokan,” terangnya. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...