Pemko Harus Usut Tuntas Penyebar Berita Hoax

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Anggota Komisi A DPRD Kota Palangka Raya, Diu Husaini meminta pihak pemerintah kota (pemko) setempat, untuk mengusut secara tuntas penyebar atau peng uggah berita bohong (Hoax) yang telah terlanjur beredar di media sosial (medsos) terkait penerimaan tenaga kontrak dilingkungan Rumah Sakit Daerah (RSU) Kelas D Kota Palangka Raya.

“Karena sudah dinyatakan 100 persen bohong alias hoax, maka.itu segera diusut siapa pelaku atau penguggahnya.Lalu apa tujuan serta motif sehingga menyebarkannya ke medsos,” ungkapnya, Selasa (20/6), digedung dewan setempat.

Dikatakan, perbuatan yang dilakukan oleh oknum.penggugah, jelas- jelas dapat membuat citra pemko menjadi tidak baik imagenya  bagi masyarakat.

“Masyarakat akan berpandangan bahwa seolah olah pemko bekerja lalai, terlebih hal- hal yang dapat merugikan masyarakat,”tandas Diu.

Lebih lanjut politisi Hanura Kota Palangka Raya itu mengatakan, sudah dapat dipastikan akibat dari kabar hoax penerimaaan tenaga kontrak , mengakibatkan tidak sedikit para pencari kerja dibuat sibuk menyiapkan segala sesuatunya.Bahkan menaruh harapan besar terhadap penerimaan tenaga kontrak tersebut.

“Intinya pemko harus tanggungjawab atas kelalaian yang dilakulan aparatur sipilnya.Caranya adalah mengusut secara tuntas siapa pelaku maupun tujuan menyebar berita hoax.Sehingga.masyarakat pun menjadi jelas adanya.,”tukas dia.

Diu juga.menegaskan, apabila permasalahan tersebut tidak tuntas diusut maupun disslesaikan, maka tidak akan bisa memberi efek jera. Bisa saja muncul lagi hoax sejenis lainnya.

“Sanksi tegas perlu diberikan sesuai peraturan yang ada.Saya yakin aturan pelanggaran yang dilakukan ASN semuanya telah termaktub sehingga dapat menjadi dasar manakala diperlukan,” pungkasnya.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio, dibuat gerah atas menyebarnya berita hoax tersebut. Bahkan orang nomor dua di Kota Cantik itu, meminta kepada pihak pimpinan rumah sakit maupun Dinas Kesehatan setempat untuk mendalami pengunggah berita tersebut yang sempat membuat heboh para pencari kerja khususnya mereka yang lulusan dari studi kesehatan.

“Saat ini direktur RSU sudah mengetahui oknum ASN yang yang meng-unggah berita hoax itu. Oknumnya masih bertugas dilingkup RSU Palangka Raya. Bila memang dinilai merupakan pelanggaran, maka harus diberi sangsi karena sudah meresahkan,”tegasnya.(AF)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...