Pelatihan Membatik Ciptakan Wirausaha Baru Dan Pembatik Unggul

MENARAnews, Bukittinggi (Sumatera Barat) – Batik merupakan warisan budaya nusantara yang telah lama kita kenal dan harus senantiasa dijaga kelestariannya. Untuk menjadikan Bukittinggi sebagai kota fashion muslim, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) beserta Dekranasda Bukittinggi berkomitmen untuk menggelar pelatihan membatik. Pelatihan ini juga diharapkan sebagai salah satu upaya meningkatkan daya saing para pengrajin batik di Bukittinggi.

Kabid Perindustrian Diskoperindag Kota Bukittinggi, Azhari, menyampaikan bahwa pelatihan membatik di Kota Bukittinggi ini adalah pertama kalinya digelar. Untuk itu, pihak penyelenggara akan menyediakan fasilitas-fasilitas membatik guna memaksimalkan potensi peserta.

“Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) memprogramkan kegiatan pelatihan membatik, ini merupakan salah kerjasama dengan Ketua Dekranasda Bukittinggi, ibu Yesi Endriani. Kegiatan tersebut rencana akan dilaksanakan sekitar bulan Juli/Agustus 2017. Pelatihan membatik ini adalah pelatihan pertama kali diselenggarakan, dan Diskoperindag juga akan memberikan bantuan peralatan membatik kepada peserta,” ujar Azhari saat ditemui di ruang kerjanya, (07/06/2017).

Selain itu, Diskoperindag dan Dekranasda Bukittinggi berkomitmen untuk memunculkan pembatik-pembatik Bukittinggi yang mampu tampil di daerah maupun tingkat nasional.

“Kita mengetahui bahwa batik adalah warisan yang sudah menasional dan mendunia, walaupun cikal bakal batik berasal dari Jawa, tetapi di Indonesia umumnya kita membuat batik dengan motif daerah masing-masing dan dengan ciri kearifan lokal kita. Oleh karena itu, kita akan mencari peserta 15 orang untuk mengikuti pelatihan membatik, sehingga diharapkan benar-benar muncul pembatik Bukittinggi yang akan tampil di daerah kita sendiri dan bisa untuk ke tingkat nasional,” jelas Azhari kepada awak media.

Menurutnya, pelatihan membatik tersebut juga diharapkan mampu mengedukasi para pembatik. Selain itu, pelatihan tersebut diharapkan memicu kreativitas peluang usaha pengrajin batik sehingga menciptakan lapangan pekerjaan yang berdampak terhadap perekonomian.

“Memang sedikit peserta pelatihannya, hanya sekitar 15 orang. Walaupun sedikit, tetapi diharapkan kreativitas peserta tidak berhenti setelah selesainya pelatihan, justru harus berjangka panjang. Sehingga mampu berbicara di tingkat daerah maupun nasional,” ungkapnya.

Di akhir wawancara, Azhari menyampaikan, Pemkot Bukittinggi telah mencanangkan bahwa fashion akan menjadikan Bukittinggi sebagai tujuan wisata. Di samping itu, daerah-daerah di luar Bukittinggi juga akan ikut memasarkan produk ke Bukittinggi.

“bisa dikatakan, etalase Sumatera Barat ada di Bukittinggi, makanya kita harus berbenah dalam hal pemberian cinderamata kepada pengunjung-pengunjung Bukittinggi dan Sumatera Barat pada umumnya,” tutupnya. (AD)

Comments
Loading...