Pantau Arus Mudik, Sekjen Kemenhub Komentari Parkir di Stasiun KA Medan

MENARAnews, Medan (Sumut) – Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo memantau kesiapan angkutan lebaran di Stasiun Kereta Api Medan, Kamis (22/6/2017).

Selain melihat kesiapan, Sugihardjo juga mengkritisi fasilitas yang dimiliki Stasiun KA Medan. Salah satunya adalah lahan parkir.

Dia mengatakan, lahan parkir yang dimiliki stasiyn sangatlah terbatas.

“Kita lihat lahan parkir terbatas. Kalau dipaksa akan mengganggu lalulintas, sehingga disimpulkan lahan parkir ini tidak memadai untuk digunakan,” kata Sugihardjo.

Dia pun mengatakan, Stasiun Medan harus bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Kota Medan untuk memindahkan lokasi parkir. Salah satu alternatifnya, lahan parkir harus berada di Lapangan Merdeka. Penpang bisa menyebrang ke stasiun menggunakan jembatan penyebrangan (sky bridge).

“Nah supaya penumpang nyaman untuk berpindah maka jembatan penyebrangannya harus dilengkapi dengan eskalator. Sehingga penumpang nyaman itu terkait masalah parkir,” ungkapnya.

Selain perparkiran, dia juga menyinggung soal rute kereta Medan-Binjai yang cukup ramai diminati. Jarak Medan-Binjai 23 kilometer ditempuh denga. Waktu 30 menit.

Sugihardjo bilang waktu tempuh itu cukup lama.

“Berarti kecepatan kereta lamban. Supaya layanannya lebih baik, apalagi pergerakan kommuter itu butuh waktu, sehingga nanti rel yang R33 secara bertahap bisa diganti dengan R54 kecepatan kereta bisa bertambah. Tapi tergantung keretanya juga,” jelas Sugihardjo.

Untuk arus mudik, Sugihardjo mengatakan pengguna moda transportasi kereta di Medan tak seperti di Jawa. Walaupun demikian, pihak PT KAI tetap harus membenahi fasilitas demi kenyamanan penumpang. (Yug)

Comments
Loading...