Lagi.. Densus 88 Sambangi Terduga Teroris Di Pandeglang

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Pasca menciduk seorang terduga teroris di sekitar Sub Terminal Mengger Desa Kadumandang Kecamatan Kaduhejo, Selasa (20/6/2017) malam, Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror kembali membekuk seorang terduga teroris lain di Cimanuk, Rabu (21/06/2017).

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolda Banten Brigjen Pol Sigit Listyo Prabowo saat mengunjungi Markas Polres Pandeglang. Tim Densus 88 menangkap terduga saat tengah melintas disekitar Kantor Kecamatan Cimanuk menggunakan sebuah mini bus ke arah pusat Kota Pandeglang.

Kapolda menjelaskan, penangkapan terhadap kedua teroris yang dibekuk dalam waktu kurang dari satu hari itu, sudah menjadi target yang cukup lama. Namun demikian, Kapolda tidak menjabarkan hubungan kedua terduga tersebut.

“Yang jelas kedua orang ini sudah diikuti cukup lama. Inisial keduanya Y dan I. Saat ini kedua orang tersebut masih diakukan proses pendalaman lebih lanjut oleh rekan-rekan di Densus 88. Jadi untuk keterlibatannya sejauh apa, tentunya masih didalami oleh Densus 88,” ungkapnya.

Hanya saja, mantan ajudan Presiden Jokowi itu menyatakan bahwa keduanya masih memiliki hubungan dengan jaringan teroris yang diciduk Tim Densus 88 di Pandeglang dan Cilegon pada pertengahan bulan Maret lalu, yang diduga berafiliasi dengan kelompok Abu Sayyaf. Bahkan dirinya menyebut jika jaringan tersebut telah merencanakan sebuah aksi.

“Yang jelas yang diamankan ini masih berhubungan dengan kelompok yang diamankan terdahulu. Kemudian ada dugaan yang bersangkutan akan melakukan tindakan-tindakan yang mengarah kepada tindakan teror yang mesti diamankan,” ungkap Kapolda.

Ia menambahkan, saat ini kedua terduga tengah dilakukan proses pendalaman lebih lanjut oleh Densus 88. Barang bukti yang diamankan pun masih dilakukan pendataan dan pendalaman, sehingga belum bias dijelaskan.

“Saya imbau kepada seluruh masyarakat, apabila ditemukan ada tetangga yang mungkin secara bergaulnya ekslusif, tidak mau mengenal tetangga yang lain, tolong hal itu dimonitor dan dilaporkan ke kepolisian,” pesan mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara itu. (IY)

 

Comments
Loading...