Komisi I Pertanyakan Seorang Calon Sekda Tak Bersertifikat Diklat Pim II

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang melalui Komisi I memanggil Tim Panitia Seleksi (Pansel) lelang jabatan Sekda Pandeglang, Kamis (8/6/2017). Komisi I mempertanyakan sejumlah hal terkait mekanisme tahapan seleksi. Salah satu yang disoroti yakni terdapat seorang calon yang belum memiliki sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II (Diklat Pim II).

Ketua Komisi I DPRD Pandeglang, Habibi Arafat mengungkapkan, meski bukan menjadi aturan baku, namun baginya bukti sertifikat kelulusan Diklat Pim II dinilai sangat penting sebagai bentuk legalitas persyaratan.

“Mungin bukan persyaratan yang baku karena hanya pertimbangan saja. Namun bagi saya itu sangat penting, itu harus menjadi satu persyaratan,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berjanji akan mengawal ketat proses seleksi jabatan Eselon IIA tersebut. Mengingat calon bersangkutan juga dikabarkan menjadi Putra Mahkota dalam tahapan seleksi Sekda.

“Sebenarnya dalam pertemuan ini secara tidak langsung, kami terus mengawasi agar tidak ada putra mahkota. Bahkan kalau diizinkan, saat wawancara nanti kami akan turut ikut dalam prosesnya,” terangnya.

Di satu sisi, Habibi mengingatkan agar Tim Pansel bekerja secara objektif dan profesional. Tim Pansel dituntut dapat menghasilkan Sekda Defintif yang sesuai dengan kebutuhan Pandeglang.

“Kami hanya memberi dukungan kepada Pansel agar bekerja dengan profesional, tidak hanya seremonial, sehingga menghasilkan sekda definitive yang sesuai harapan yang diterima oleh semua kalangan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pansel Enjang Sadina mengaku tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Karena menurutnya, Diklat Pim II dianggap tidak mengikat. Lagipula tidak ada aturan bahwa yang bersangkutan harus lulus Diklat Pim II.

“Itu kan Diklat Pim II tidak mengikat. Tidak ada aturannya bahwa yang bersangkutan harus lulus Diklat Pim II. Tetapi persyaratan kita diutamakan. Tetapi kami kan sudah konsul dengan LAN dan sudah diperbolehkan, artinya itu bisa menyusul,” kilahnya.

Mantan Sekda Pandeglang era Bupati Dimyati Natakusumah itu menegaskan, Tim Pansel akan berusaha bekerja semaksimal mungkin dengan menghasilkan Sekda yang objektif. Sembilan indikator kompetensi menjadi fokus penilaiannya, seperti kemampuan mengorganisir dan kepemimpinan.

“Saya kira kami sudah menegaskan bahwa kami akan objektif dan professional. Tetapi soal tahapan nanti bisa lihat di BKD,” tutup Enjang sambil berlalu meninggalkan awak media. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...