Kodisi Banjir di Kalteng Sudah Mulai Membaik

Pemprov Kalteng Siap Antisiapasi Karhutla

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Situasi kondisi Banjir yang menimpa sejumlah warga di empat Daerah di wilayah Kalimantan Tengah, seperti Kabupaten Murung Raya, Barito Selatan, Katingan dan Kabupaten Kuala Kapuas beberapa hari terakhir kondisinya sudah mulai membaik.

Pasalnya air yang sempat menggenangi ribuan rumah warga tersebut sudah mulai surut. Bahkan jalur transportasi yang turut terendam pun sekarang ini sudah bisa dilalui oleh masyarakat.

Hal ini disampaikan Kepala BPBD Provinsi Kalteng. R. Syahril Tarigan ketika diwawancarai media, Senin (12/06) di Kantor DPRD Kalteng, bahwa Pemprov Kalteng juga sudah memberikan bantuan terhadap warga yang mengalami bencana banjir seperti bahan makanan, matras, terpal, selimut dan sebagainya.

“Dari Kabupaten juga ada membantu menyalurkan paket sembako. Kalau sekarang mulai surut. Sekarang kayaknya sudah masuk ke masa transisi ke musim kemarau, curah hujan sudah mulai turun di bawah rata-rata 100 mm,” jelas Syahril Tarigan.

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan terjadi pada masa musim kemarau ini, seperti Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalteng, sosialisasi dalam bentuk larangan membakar, ujarnya kembali sudah disampaikan kepada masyarakat sebelumnya.

Tim Terpadu Pemerintah Provinsi Kalteng baik TNI, Polri dan Instansi terkait juga sudah melakukan kegiatan yang berkaitan dalam upaya mengantisipasi terjadinya Karhutla di tahun 2017.

“Kita berharap, di musim kemarau tahun ini, kegiatan pembakaran memang benar-benar menurun. Kalau toh terjadi kebakaran, kita juga sudah siap untuk memadamkan, baik itu dari Tim Provinsi maupun Kabupaten atau Kota yang ada,” paparnya menambahkan.

Bersarkan hasil informasi yang disampaikan oleh BMKG, dirinya mengatakan, perkirakan musim kemarau dengan kondisi Elnino masuk dalam klasifikasi lemah akan terjadi pada bulan Juli atau Agustus 2017 nanti. Secara kesimpulannya, mungkin lebih kering dari tahun 2016 tapi tidak sekering seperti tahun 2015.

Untuk mengenai kondisi peralatan sendiri, ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalteng sudah mengusulkan bantuan alat kepada Pemerintah Pusat, meski sampai dengan sekarang masih belum direalisasikan.

“Kalau Anggaran, kita baru bisa mengusulkan kalau status siaga darurat (Rp.20 Miliar. red) itupun dikeluarkan dalam keadaan darurat. Selain itu kita juga akan melakukan pengecekan terkait sumur bor yang dibangun,” tutupnya.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...