Jelang Kegiatan NUSP-2, BKM dan KPP di Dilatih

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Menjelang pelaksanaan kegiatan skala lingkungan program NUSP– 2 tahun 2017 di wilayah Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas. Dinas PUPRPKP Kapuas melalui Satuan Kerja PIP mengadakan pelatihan bagi Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) di daerah setempat, Kamis (8/6/2017), di Hotel Permata Inn Kuala Kapuas.

Heni Mariati selaku pejabat pelaksana kegiatan pengembangan kawasan permukiman berbasis masyarakat dari Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kewasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Kapuas mengatakan, tujuan pelatihan untuk memberikan penguatan maupun pemahaman kepada BKM maupun KKP terkait dengan pelaksanaan kegiatan infrastruktur melalui NUSP-2.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan setidaknya ada 7 modul yaitu tentang kelembagaan masyarakat, penyusunan dokumen perencanaan (NUAP) yang merupakan dokumen rencana aksi kegiatan.

Kemudian tentang persiapan pelaksanaan pemantauan pemanfaatan infrastruktur. “Ini terkait dengan apa yang bangun nantinya, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bagaimana cara melaksanakannya sampai dengan bagaimana pemanfaatannya,” ungkapnya.

Materi selanjutnya yaitu tentang bagaimana proses pengadaan barang dan jasa untuk pelaksanaan infrastruktur. “Jadi, sebelum masuk ke proses pelaksanaan, bahan dan material untuk pelaksanaan kegiatan harus dilaksanakan melalui prosedur barang jasa. Dalam pelatihan hal ini juga kita jelaskan kepada BKM dan KPP,” katanya.

Kemudian materi lainnya adalah untuk kelompok pemanfaat dan pemelihara terkait dengan infrastruktur yang terbangun. Nah, untuk memastikan nantinya KPP berjalan maka dalam pelatihan juga dijelaskan tentang bagaimana memperoleh dana untuk operasional  dan pemeliharaan infrastruktur yang sudah dibangun.

Lalu materi yang terakhir, adalah terkait dengan bagaimana caranya untuk mencegah adanya kekumuhan baru akibat infrastruktur yang terbangun. Selama ini, terang Heni, dianggap bahwa infrastruktur yang dibangun terus dibiarkan, tapi sekarang tidak demikian.

“Karena basisnya adalah kebutuhan masyarakat dan masyakat pula yang membangun maka masyarakat pula yang akan diberdayakan untuk bagaimana caranya agar infrastruktur yang dibangun dapat terpelihara. Dan kita pun akan mencegah supaya itu tidak menimbulkan kekumuhan baru, pola pikir masyarakat juga akan kita bangun dan kita bentuk,” katanya.

Ditambahkan Heni, kegiatan NUSP-2 di 8 kelurahan dan dua desa tahun ini dilaksanakan hanya melalui satu siklus, dimana satu siklus masing-masing kelurahan menerima dana sebesar Rp 500 juta, Desa Pulau Telo Rp 500 juta dan Desa Pulau Telo Baru mendapatkan dana sebesar Rp 350 juta.

“Kenapa Desa Pulau Telo Baru dananya kecil, karena sebenarnya mereka ada anggaran yang bersumber dari lain seperti ADD dan DD, tapi mereka masih menyusun infrastruktur apa yang sesuai dengan penataan maupun perbaikan lingkungan kumuh ini. Jadi, dana-dana yang lain itu akan berkaloborasi,” jelas Heni Mariati. (irf)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...