Irna Pastikan Tak Ada “Putra Mahkota” Dalam Seleksi Sekda

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Bupati Pandeglang Irna Narulita memastikan bahwa proses lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang akan berlangsung transparan dan sesuai aturan yang berlaku. Bahkan dari empat nama kandidat yang mendaftarkan diri menjadi Sekda, Irna pun menegaskan tidak ada istilah “Putra Mahkota”.

Sebelumnya sempat santer terdengar ada satu nama yang digadang-gadang menjadi calon kuat Sekda Pandeglang. Nama itu mulai mencuat saat Irna pertama kali melakukan rotasi jabatan terhadap pejabat Eselon II dilingkungan Pemkab Pandeglang.

“Tidak ada putra mahkota, intinya nanti pada pembuktian kerja keras. Tidak mungkin juga, Sekda yang bersebrangan dengan bupati, bahaya itu,” ujar Irna, Rabu (7/6/2017).

Bupati mengungkapkan, Sekda yang terpilih nanti, merupakan hasil penilaian terbaik dari Tim Pansel. Beberapa hal yang menjadi fokus penilaian Irna, diantaranya kapasitas, kapabilitas, kredibilitas, pengalaman, kompetensi, serta akademik calon pejabat.

“Kita lihat nanti yang terbaik hasilnya, kita lihat skornya dari kapasitasnya, kapabilitasnya, kredibilitasnya, eselon ringnya, pengalaman, kompetensi, akademik dan lainnya. Kita lihat dari semua sudut. Kita cari yang terbaik. Karena usernya kan saya, saya harus punya Sekda yang kuat,” bebernya.

Irna menekan bahwa calon pembantunya nanti, harus mampu bekerja keras, bisa menjadi perekat seluruh ASN serta bisa mengendalikan pemerintah lebih kondusif. Orang nomor 1 di Pandeglang itu menyebutkan, menjelang Lebaran Idul Adha mendatang, Pandeglang telah memiliki Sekda definitif.

“Nanti ibu (Irna menyebut dirinya) lihat sudut pandang dari tim pansel, hasil dari LAN, hasil dari kepangkatan, pengalaman, kita lihat tidak ada yang tercela rekam jejaknya, itu yang menentukan. Tahapan kita ikuti sesuai prosedur,” jelas pemilik akun Instagram @Irnadim itu.

Senada dikatakan Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban. Ia menjamin bahwa proses tahapan seleksi Sekda tidak ada calon yang diistimewakan karena semua dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan.

“Tidak ada yang kami istimewakan, semua dilakukan secara terbuka dan sesuai prosedur. Kalau tidak memiliki skill yang memadai sebagai Sekda, nanti akan terdegradasi dengan sendirinya,” katanya.

Tanto menerangkan, ia bersama bupati membutuhkan Sekda yang dapat menguasai semua bidang dan bisa melengkapi kekurangan Kepala Daerah. Politisi Golkar itu berharap nantinya akan lahir Sekda yang mapan, yang bisa memberi solusi permasalahan yang ada di Pandeglang, serta mampu menerjemahkan keinginan pimpinan.

“Prinsipnya kami kan dalam memimpin suatu daerah tidak bisa sendiri, tidak hanya dengan kekuatan kemampuan ibu bupati, saya, kepala SKPD, jadi kami butuh seluruh jaringan OPD. Khususnya Sekda, harus betul-betul menguasai semua bidang, harus melengkapi kekurangan Kepala Daerah,” ungkap Tanto panjang lebar.

Dari semua nama yang mencalonkan, Tanto menyebut seluruhnya telah memenuhi kualifikasi. Hanya saja ia meminta semua pihak mengikuti proses seleksi yang telah ditetapkan.

“Kandidat empat orang yang kami lihat, semua sudah mumpuni. Tetapi kita lihat nanti yang terbaik, karena kami mencari yang the best,” tutup Tanto.

Tahapan seleksi calon Sekda Pandeglang diikuti oleh empat kandidat, mereka yakni Taufik Hidayat, Fery Hasanudin, Ali Fahmi Sumanta, dan Kurnia Satriawan. Berdasarkan jadwal, pada tanggal 7-9 Juni nanti seluruh calon akan melewati proses assesment di LAN.

Tanggal 4-5 Juli, peserta lelang jabatan dijadwalkan mengikuti tahap Uji Gagasan oleh Tim Pansel. Sedangkan pada tanggal 6/7 Juli, diharapkan nama-nama kandidat calon Sekda sudah bisa diserahkan ke Bupati Pandeglang. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...