Ini 10 Penyataan Sikap Pemko Solok Terkait Kasus dr. Fiera Lovita

MENARAnews, Solok (Sumatera Barat) – Menanggapi berbagai isu-isu yang sedang hangatnya di media sosial terkait Intimidasi yang di dapatkan oleh dr. Fiera Lovita di Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat belakangan ini, menggugah Pemerintah Kota Solok menyampaikan pernyataan sikapnya atas kasus tersebut.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan oleh Walikota Solok, Zul Elfian dalam acara jumpa pers yang diadakan di lantai 2, Balaikota Solok, (9/06/2017). Hadir juga dalam jumpa pers tersebut yaitu unsur Forkopimda beserta tokoh masyarakat dan agama.

“Terkait adanya persekusi yang telah dituduhkan oleh beberapa pihak yang telah terjadi di Kota Solok, Pemko Solok mendukung penuh langkah pihak Kepolisan dalam mengusut kasus tersebut,”ujar Zul Elfian.

Menanggapi pernyataan sikap Walikota Solok tersebut, Polresta Solok yang diwakili oleh oleh Wakapolres Solok, Kompol Sumintak mengatakan bahwa kasus tersebut telah dalam proses dan selebihnya pihaknya telah meminta keterangan 14 orang saksi guna mengumpulkan bahan keterangan dalam kasus yang melibatkan dr. Fiera Lovita.

Di lain pihak, ketua MUI Kota Solok, H.Afrizal Thaib mengatakan dengan tegas bahwa tidak ada perlakuan intimidasi yang dilakukan oleh Ormas Islam di Kota Solok.

“Kami siap jika ada ulama dan Ormas Islam yang melakukan persekusi dan intimidasi terhadap dr. Fiera Lovita untuk di proses secara hukum” ujarnya.

Dalam jumpa pers tersebut  ada 10 butir pernyataan sikap Pemko Solok yang disampaikan oleh Walikota Zul Elfian kepada awak media, antara lain Kota Solok merupakan kota yang mengutamakan permusyawaratan dan mufakat, Hingga saat ini kehidupan bermasyarakat maupun kamtibmas di Kota Solok dalam keadaan aman dan kondusif tidak seperti yang diberitakan di media sosial, Masyarakat Kota Solok memiliki toleransi bermasyarakat dan bernegara, Terkait adanya aksi Persekusi yang dituduhkan oleh beberapa pihak telah terjadi di Kota Solok, Pihak Pemkot Solok mendukung langkah – langkah Kepolisian dalam mengusut kasus tersebut, Pemko Solok menentang segala bentuk persekusi terhadap siapapun , menentang politisasi terhadap pemberitaan persekusi di Kota Solok, Agar masyarakat Kota Solok lebih bijak dalam menelaah pemberitaan yang beredar baik di media sosial maupun media elektronik, Agar masyarakat Kota Solok dapat menahan diri agar tidak melakukan upaya yang dapat membuat suasana menjadi tidak kondusif, Pemko dan Forkompinda berkomitmen memberikan perlindungan kepada masyarakat Kota Solok, Kita akan membentuk Satgas Persekusi dengan melibatkan dari unsur masyarakat, Masyarakat Kota Solok akan menerima kembali kehadiran  dr.Fiera Lovita yang bekerja di Kota Solok yang mempunyai hak dan kewajiban sebagai warga Kota Solok.

Hal serupa dengan pernyataan sikap Pemko Solok disampaikan oleh tokoh masyarakat Kota Solok, H.Rusli Khatib yang sekaligus merupakan ketua LKAAM Kota Solok, bahwa sebagai ninik mamak kami telah memaafkan dr. Fiera Lovita dan akan menerima beliau sebagaimana mestinya apabila kembali ke Kota Solok. Namun dia menegaskan proses hukum harus tetap berjalan agar polemik yang telah merusak kedamaian dan ketentraman Kota Solok ini menemui titik terang”. (ES)

Comments
Loading...