Indahnya Toleransi, Masyarakat Lintas Agama Bersihkan Masjid di Palangka Raya

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Sebagai bukti serta wujud kebersamaan dalam keberagaman seluruh komponen dan elemen masyarakat yang ada di Kalimantan Tengah, TNI melalui jajaran Korem 102/Panju Panjung bersama dengan masyarakat dari semua pemeluk agama, melakukan kegiatan karya bakti sosial yaitu membersihkan masjid-masjid yang ada di Kota Palangka Raya.

Yang lebih luar biasanya, kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari masyarakat non muslim baik itu kristen hindu, bahkan dari agama kaharingan, serta tindaklanjut kegiatan rutinitas yang juga dilakukan oleh anggota TNI khususnya Korem 102/Pjg.

Menurut informasinya Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan terkhusus di 12 titik Mesjid yang ada di Kota Palangka Raya seperti Mesjid Salahuddin, Raudatul Jannah, Jami Annur, Ar-Rahman, Noriman, At- Taqwa, Aqidah, Al-Hijra, Al-Husna, Al-Mumin, Darussalam, dan Kubah Hijau tentunya medapatkan sejumlah tanggapan yang sangat luar biasa dari kalangan masyarakat.

Pantauan menaranews.com di lapangan, sebelum keberangkatan masyarakat yang juga merupakan putra-putri gereja, dan hindu tersebut sangat antusias mengikuti pelaksanaan kegiatan bakti sosial. Bahkan teriakan dengan yel-yel “Siapa Saya, Pancasila. Siapa Kita, Indonesia, NKRI Harga Mati” dengan sangat bersemangat diteriakkan 357 orang baik anggota TNI dan masyarakat yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Ketua pengurus Masjid Jami Annur, Alif Apdullah misalnya, ketika diwawancarai menaranews.com ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kedatangan saudara-saudari se-bangsa, dan se-tanah air untuk melakukan kegiatan kebersihan masjid.

“Kita tau saat ini kita diadu domba oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, dimana ketika peristiwa tersebar di media sosial, dengan cepat ditanggapi tanpa ada kontrol terlebih dahulu. Ini tentunya merupakan tantangan bagi kita semua,” jelas Pak Alif.

Ia hanya bisa berpesan bagi seluruh pemeluk agama, jangan mudah terpancing dan terprovokasi terhadap hal-hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

Hal senada juga disampaikan Pendeta Kristin Song Mandiangan dari Gereja Misi Injil Indonesia jamaat Anugerah Palangka Raya ini ketika diwawancarai menyampaikan, kegiatan bakti sosial yang dilakukan saat ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat dan perlu didukung bersama.

“Kenapa tidak dari dulu-dulu dilakukan seperti kegiatan yang dilaksanakan hari ini. Kita tentunya harus menjaga persatuan antar umat beragama dan tentu keinginan tersebut selalu pertumbuh di dalam hati setiap pemeluk agama yang ada di bumi Nusantara khususnya di Kota Palangka Raya,” jelasnya.

Dirinya berharap agar kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan pada hari ini saja, akan tetapi dapat terus dilaksanakan, bukan hanya pada momentum tertentu saja, akan tetapi ujarnya dapat dilakukan kapan pun baik itu dilakukan oleh Umat Islam, Kristen, Hindu dan dan umat lainnya.

Salah satu pengurus pengurus Suka Duka Hindu Dharma Kota Palangka Raya, Wayan Pahit ketika diwawancarai juga menyambut baik kegiatan aksi bakti sosial tersebut, dengan harapan dengan kegiatan itu juga dapat memupuk kebersamaan antar umat beragama.

“Apalagi dengan kondisi sekarang ini dimana Kebhinnekaan mulai tergerus. Saya berharap kita bersama-sama baik Hindu, Islam, Kristen dan lainnya saling bahu membahu bekerjasama untuk kemajuan Kalteng ke depan lebih baik lagi,” Kata Wayan.

Atas terlaksana kegiatan tersebut, Korem 102/Pjg, Kolonel. Arm. M. Naudi Nurdika ketika diwawancarai tidak lupa pula mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat yang sudah berkenan hadir untuk melakukan kegiatan dalam wujud kebersamaan.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat luar biasa. Belum lagi dilakukan pada bulan Ramadhan yang penuh berkah dan penuh rahmat. Ini adalah bukti kebersamaan yang tidak hanya disampaikan secara lisan saja, tapi diwujudkan dan dipraktikkan dalam suatu kegiatan,” jelas Naudi Nurdika.

TNI ujarnya, merupakan salah satu contoh keberagaman yang ada. Dimana semua agama, suku dan budaya ada, akan tetapi tidak pernah sedikit pun terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Dengan harapan sama, kegiatan ini tidak hanya sebatas seremonial saja, akan tetapi dapat diwujudkan dalam aplikasi kehidupan umat beragama serta toleransi antar beragama.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...