Hasil Survei SMRC, Ini Tanggapan Ulama Kalteng

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Isu terkait radikalisme saat ini memang menjadi perbincangan hangat hampir di setiap lapisan masyarakat yang ada di Indonesia, tak terkecuali masyarakat di Kalimantan Tengah.

Release hasil survei yang dikeluarkan Saiful Murjani Research and Consulting (SMRC) ke sejumlah awak media baru-baru ini, dinilai merupakan salah satu gambaran bagaimana masyarakat menanggapi isu tentang organisasi  yang mengusung khilafah seperti ISIS dan HTI.

Hasil survei tersebut menunjukkan, warga Indonesia lebih memilih setia mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bersandar pada Pancasila dan UU 1945. Selain itu survei juga menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat yang mengetahui tentang HTI, setuju dengan wacana pemerintah untuk membubarkannya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalteng mengatakan, bahwa pihaknya tidak mempunyai domain atau ranah untuk membubarkan organisasi lainnya termasuk dengan HTI dan organisasi lain yang dinilai membawa faham radikal.

“Kita tidak punya ranah atau domain untuk membubarkan organisasi tersebut. Namun berkenaan dengan keinginan menerapkan sistem khilafah, di Indonesia hal itu tidak cocok,” jelasnya saat diwawancarai via seluler, Senin (05/06).

Bahkan ia secara pribadi menyampaikan, ormas apapun itu, jika programnya menerapkan sistem khilafah di Indonesia merupakan suatu hal yang tidak cocok bagi NKRI. Namun terkait pembubaran HTI dirinya kembali menegaskan bahwa itu merupakan ranah pemerintah.

“Berkenaan dengan pembubaran ormas  HTI sepenuhnya menjadi kewenangan, ranah, atau domain pemerintah RI,” tutupnya.

Sebelumnya, pendiri SMSC Saiful Mujani mengatakan dalam kesimpulan surveinya, bahwa Ormas yang bercita-cita serupa dengan ISIS (menegakkan khilafah) di Indonesia adalah Ormas HTI. Tapi berbeda dengan ISIS, HTI merupakan ormas yang kurang dikenal oleh masyarakat secara nasional.

“Hal yang perlu simpulkan secara keseluruhan adalah hampir semua warga Indonesia menolak HTI dan bahkan mendukung opini bagi pelarangan HTI di Indonesia,” jelas Mujani saat menggelar konferensi pers baru-baru ini di Jakarta.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...