Gunung Marapi Meletus Tiga Kali, Warga Diminta Menjauh 3 Km Dari Puncak

MENARAnews, Bukittinggi (Sumatera Barat) – Gunung Marapi, yang terletak di antara tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Limapuluh Kota, sudah tiga kali meletus atau mengalami erupsi. Warga dihimbau untuk tetap wasapada dan tidak panik, terutama disarankan untuk menjauhi areal 3 Km dari puncak.

“Hari ini telah terjadi tiga kali erupsi. Erupsi pertama pukul 10.01 WIB, kedua pukul 10.50 WIB dan ketiga pukul 13.06 WIB. Sementara itu, untuk tinggi letusan sekitar 200 meter sampai 700 meter dan arah angin ke timur dan tenggara. Abu vulkanik yang dikeluarkan akibat erupsi Gunung Marapi menuju ke arah timur, yakni Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar,” kata [etugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Kantor Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologis (PVMBG) Kota Bukittinggi, Hartanto, kepada Menaranews.com, Minggu (04/06/2017).

Pihaknya juga menjelaskan, bahwa penyebab erupsi Gunung Marapi terjadi karena aktivitas Gunung Merapi itu sendiri yaitu dari aktivitas kegempaannya berupa gempa-gempa vulkanik.

“Untuk aktivitas Gunung Marapi sendiri tidak berhubungan dengan gempa bumi tektonik, jadi lebih ke aktivitas vulkaniknya atau pergerakan magma menuju ke puncak. Sementara itu, material yang dibawa oleh Gunung Marapi dari aktivitas erupsi adalah berupa abu vulkanik dan batuan-batuan pijar yang terjadi di sekitar puncak,” terangnya.

Dengan adanya erupsi tersebut, status Gunung Marapi saat ini adalah waspada level 2. Sebelumnya pada 26 September 2012, Gunung Marapi pernah mengalami erupsi dengan ketinggian 1500 meter dan baru sekarang terjadi lagi erupsi.

“Harapan dan pesan Pos Pengamatan Gunung Marapi Bukittinggi terutama untuk para pendaki agar mengikuti himbauan dari kami dan tidak mendirikan tenda di daerah cadas atau puncak demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Di akhir wawancara, Hartanto melalui Pos Pengamatan Gunung Marapi akan menyampaikan peringatan jika terjadi peningkatan aktivitas Gunung Marapi yang mengancam keselamatan warga. (AD)

Comments
Loading...