Gepeng Marak Dibulan Ramadhan, Pemko Kurang Tegas

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Tidak dapat dipungkiri, Kota Palangka Raya kembali menjadi sasaran empuk bagi para gelandangan dan pengemis (gepeng). Keberadaan mereka pun kian marak terlihat manakala pelaksanaan puasa Ramadhan, dimana  sebagian besar para gepeng ini datang dari luar Palangka Raya.

“Para gepeng ini datang ke Palangka Raya untuk mencari  penghidupan dengan cara meminta-minta belas kasihan warga. Ini sangat jelas terlihat, mulai dari kawasan ruang terbuka hijau (ruang publik), lampu merah, pasar tradisional hingga pertokoan modern,”ungkap anggota DPRD Kota Palangka Raya Riduanto, Kamis (8/6).

Menurut politikus PDI Perjuangan Kota Palangka Raya itu, selain gepeng yang kian marak, maka keberadaan anak-anak dengan tampilan beragam namun aneh yang tidak enak dipandang mata alias anak- anak ‘Punk’, juga tak kalah banyaknya. Mereka nangring disejumlah titik keramaian kota.

Gepeng ini jelas mengganggu kelancaran lalu lintas, bahkan bisa saja  menganggu ketertiban umum. Bila tidak ada tindakan tegas berupa penertiban, maka keberadaannya akan semakin banyak.

“Kota Palangka Raya yang telah ditata, akan tampak sembrawut dengan keberadaan para gepeng dan anak-anak punk ini,”ujarnya.

Kenyataan itu kata dia, perlu mendapat perhatian Pemerintah kota (Pemko) Palangka Raya, dimana Pemko harus segera mengambil langkah tegas untuk melakukan penertiban. “Apalagi saat ini, Pemko Palangka Raya sedang mulai menata kota agar lebih baik dari sebelumnya, jika penanganan gepeng dan anak punk tidak dapat ditangani dengan cepat, tentu kedepan akan kian berat dalam menuntaskannya,”tandasnya.

Bicara persoalan gepeng dan anak punk tambah dia, adalah merupakan permasalahan lama yang belum terselesaikan, dan belum mendapatkan solusi yang baik dari pemko.

“Sejatinya  ini juga merupakan tugas dari Dinas Sosial, Satpol PP kedua instansi ini harus bersinergi untuk menuntaskan maupun menindaklanjutinya,”pungkas Riduanto. (AF)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...