Dituding Mempermainkan Claim Buruh Kecelakaan Kerja, Ini Jawaban BPJS Ketenagakerjaan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) -Tudingan pihak DPC Konpederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kabupaten Kapuas melalui press release ke media kamis (09/06) kemarin, pihak BPJS Ketenagakerjaan dugaan telah mempermainkan salah satu anggota BPJS Ketenagakerjaan yakni Toni karyawan PT.Graha Inti Jaya (GIJ) perihal pembayaran claim kecelakaan kerja.

Atas tudingan yang disampaikan baik itu melalui beberapa media serta surat yang disampaikan langsung oleh pihak KSBSI Kabupaten Kapuas maupun melalui surat, mendapat tanggapan sekaligus klarifikasi dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jl.RTA Milono Km.3,5 Palangka Raya Jum’at (09/06).

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Ahmad Edi K ketika dikonfirmasi menaranews.com di ruang kerjanya yang ketika itu didampingi langsung oleh Adhie Wibowo Kabid Pemasaran beserta Sintia selaku orang yang menghubungi pak Toni untuk memberikan informasi mengenai claim yang didapat.

Ahmad Edi dengan tegas membantah adanya tudingan, BPJS Ketenagakerjaan telah mempermainkan claim buruh akibat kecelakaan kerja oleh pihak KSBSI Kalteng. Hal tersebut tidak benar adanya. Jika mengacu pada Peraturan Pemerintah RI No.44 Tahun 2015 atas tentang penyelenggaraan program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

“Santunan hitungan cacat akibat kecelakaan kerja ada tiga, pertama cacat sebagian anatomi, cacat sebagian fungsi dan cacat total tetap, nah dihitung oleh pihak KSBSI Kabupaten Kapuas adalah cacat total tetap, yang perhitungannya tidak seperti itu, tapi jika kondisi memang benar cacat total tetap, perhitunganya malah lebih besar lagi.” jelas Ahmad Edi.

Jika mengacu kepada ketentuan yang disebutkan dalam Peraturan Pemerintah No.44 tahun 2015. Perhitunganya untuk santunan cacat sebagian anatomi % sesuai tabel x 80 x upah perbulan. Untuk cacat sebagian fungsi % berkurang fungsi x % sesuai tabel x 80 x upah sebulan, dan untuk perhitungan cacat total tetap 70 % x 80 x upah sebulan.

Namun berdasarkan hasil laporan yang disampaikan maupun kelengkapan dan kefalitas berkas yang diterima baik dari pihak perusahaan PT.GIJ, hasil diaknosa atau hasil pemeriksaan dari dokter dan Instansi terkait dalam hal ini Dinas Ketenagakerjaan, kecelakaan kerja yang dialami oleh pak Toni termasuk dalam santunan cacat sebagian fungsi, dan bukanlah cacat total tetap.

“Berkurangnya fungsi 10 persen, lalu kita ada rumus pengalianya (seperti yang dijelaskan sebelumnya.red) yakni % berkurang fungsi x % tabel x 80 x upah per bulan. 10 % x 30 % x 80 x Rp. 2.273.500 (upah yang dilaporkan.red) sehingga hitung-hitunganya hanya sebesar Rp.5.456.400 claim yang diterima bersangkutan” jelasnya menambahkan.

Dari tabel persentase cacat tetap sebagian dan cacat-cacat lainya, 30 % untuk cacat tetap sebagian lengan kiri dari atau dari atas siku ke bawah. Dan pihaknya mengaku tidak pernah menyampaikan informasi terkait persoalan apa saja termasuk besaran claim secara sembunyi-sembuyi, bahkan semuanya sudah tercatat dan resmi.

Bahkan informasi yang disampaikan melalui via telpon tersebut memang benar adanya, bahkan dirinya dengan tegas menyampaikan, itu memang benar telpon dari kantor dengan alasan, yang bersangkutan tiap hari menghubungi Kantor BPJS Ketenagakerjaan, dan pihaknya tentunya memberikan konfirmasi akan hal itu.

“Kita berikan informasi, claim yang dia dapat sekian, tapi yang bersangkutan tidak mau menerimanya. Kalau memang merasa keberatan, tidak seperti ini caranya. Kami tidak sembarangan melakukan perhitungan mas, semuanya dilakukan berdasarkan ketentuan dan resmi dikeluarkan. Jika ada keragu-raguan dari kami (BPJS Ketenagakerjaan.red), kami akan melakukan konfirmasi kepada Instansi terkait” tutupnya.

Berdasarkan hasil perhitungan jumlah claim dari Toni yang disampaikan melalui pihak DPC KSBSI Kabupaten Kapuas, berdasarkan pers release, kejadian kecelakaan terjadi pada tanggal 2 Agustus 2016 lalu, dari kecelakaan tersebut mengakibatkan yang bersangkutan mengalami cacat tetap/ kehilangan fungsi 10 persen sesuai keterangan dari Dokter Formulir Jamsostek 3B.

Berdasarkan PP.No.14 Tahun 1993 tentang penyelenggaraan program jaminan sosial Ketenagakerjaan, Peraturan Menteri Tenaga Kerja Per.04/Men/1993 tentang Kecelakaan yang terjadi berhubungan dengan hubungan kerja dan program santunan sementara pengganti upah, santunan cacat sebagai dan santunan cacat total.

Dengan uraian rincian, santunan 10 persen x 80 x Rp.2.721.938 (gajih per bulan) jumlah Rp.21.775.504, ditambah biaya pengobatan Rp.821.000 dan perobatan pribadi Rp.95.000, maka total claim yang harus dibayar oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp.22.692.004.

Atas dasar adanya informasi yang disampaikan KSBSI Kabupaten Kapuas, pihak BPJS telah menghubung ke yang bersangkutan claim yang dibayar Rp.5.000.000, atas penawaran tersebut, yang bersangkutan tidak menerima dan menolak, serta melaporkan peramasalahan tersebut ke KSBSI dengan dugaan telah mempermainkan claim buruh yang cacat akibat kecelakaan kerja.(arli)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...