Diskusi Isu Lingkungan “Energi Ramah Lingkungan”

MENARAnews, Kota Denpasar (Bali) – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup dan dan Haru Ulang Tahun Walhi Bali ke-21, Walhi Bali menggelar kegiatan diskusi isu-isu lingkungan bertempat di Taman Baca Kesiman Jalan Sedap Malam, Denpasar, Senin (5/5/17). Narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain Made Suarnatha dan Agung Putradhyana, serta Ketua Walhi Bali, Suriadi Darmoko selaku moderator.

Made Suarnatha mengatakan bahwa pariwisata itu akibat dari sebuah aktifitas alamiah yang dapat sentuhan dari manusia, jika dipandang dari segi ekonomi, pariwisata merupakan sebuah industri yang didukung oleh Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia, sehingga menjadi komuniti baru, sedangkan pariwisata dipandang dari segi budaya merupakan pengelolaan adat dan budaya yang sering kita sebut Desa Wisata Ekologis (DWE), pengembangan pariwisata Desa Adat yaitu pengembangan keunggulan yang dimiliki oleh desa tersebut seperti pengembangan pertanian Agrowisata di Petang.

Agung Putradhyana menyampaikan bahwa perayaan Lingkungan Hidup ini dimulai 45 tahun yang lalu, ketika kita bicara energi pasti berkaitan dengan industri. Jika kita membangun pembangkit baru haruslah memperhatikan lingkungan, jangan merusak alam dan tidak menimbulkan polusi.

“Kita gunakan energi ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi dari panas matahari namun saat ini penyerapan energi dari matahari di Bali baru 12% – 15%, jika dilihat dari 1% luas Bali maka penyerapan energi matahari yang dihasilkan sebesar 8400 MW/jam,” ungkap Agung Putradhyana.

Lanjutnya, Negara Indonesia diberikan lokasi yang menguntungkan dimana dianugerahi energi surya. Negara sub tropis salah satunya China merupakan mampu membuat sel surya di atas air, sehingga terdapat pendinginan yang dapat meningkatkan sel surya. Faktor tenaga surya lebih mahal seperti solar farm dilakukan di lahan yang luas, namun terdapat alternatif lain dimana seperti menyebar pembangkit menjadi pembangkit-pembangkit kecil dengan partisipasi masyarakat dan bekerjasama dengan PLN untuk jaringannya. Ukuran penggunaan lahan 1% dari luas rumah namun jika penggunaan listrik berlebihan maka pengguna harus mampu mengontrol kebutuhan listrik sendiri.

Sementara itu, Ketua Walhi Bali Suriadi Darmoko terkait HUT Walhi Bali menyampaikan bahwa Walhi akan terus mengawal kebijakan yang berkaitan lingkungan hidup dan Walhi berada pada 28 wilayah di Indonesia yang tata ruang lingkungannya kurang baik,sehingga memerlukan pengontrolan.

“Secara lingkungan Bali semakin rapuh dari tahun ke tahun dimana tanah menyusut dan alih fungsi lahan semakin tinggi sehingga bencana tanah longsor, banjir, dan kekeringan banyak terjadi. Bangunan hotel di Bali Selatan merusak Bali Selatan dengan konsumsi air dan energi berlebih, termasuk merusak wilayah lain dalam mensuplai materialnya,” papar Suriadi Darmoko.

Kegiatan dilanjutkan dengan
Lounching dan Pameran Komik Grafis Pertanian Sehat Selaras Alam dan Tradisi. Kemudian hiburan musik, yang didukung oleh penampilan musisi / band : Blues Krisis dari Made Mawut, Scared of Bums, Criminal Asshole, Mom Challed Killer, Jerinx SID, Madnes On Tha Block, Escape From Hell, The Ledorz, Cyclops, Ugly Bastard, dan Catheter. (NN)

Editor : N. Arditya

Comments
Loading...