Dinas Pertanian Kapuas Akan Kembangkan Padi Inbrida Dilahan Seluas 1.500 Hektar

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Guna mendukung peningkatan produksi padi nasional tahun ini, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas bakal melaksanakan program pengembangan tanaman padi inbrida tadah hujan di daerah setempat dengan luasan lahan 1.500 hektar.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Anjono Bhakti, melalui Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Jarwadi mengungkapkan, kegiatan penanaman padi inbrida musim tanam Oktober-Maret (Okmar) tahun 2017 akan direalisasikan pada kecamatan-kecamatan yang memiliki lahan sawah tadah hujan.   

“Kegiatan penanaman padi inbrida ini hanya untuk kecamatan yang memiliki lahan sawah tadah hujan, sedangkan lima kecamatan di atas (Kecamatan Timpah, Kapuas Tengah, Pasak Talawang, Mandau Talawang dan Kecamatan Kapuas Hulu) memang tidak dilaksanakan,” katanya di Kuala Kapuas, Kamis (22/6/2017).

Tidak dilaksakannya program tanaman pangan ini di lima kecamatan wilayah hulu Kapuas tersebut, menurut Jarwadi karena memang tidak ada usulan. “Padahal sebelum program ini masuk kami sudah menawarkan kepada para manteri tani perwakilan kecamatan masing-masing, namun sepertinya tidak ada yang mau,” ungkapnya.

“Masalahnya disana, kalau hanya dibantu benih tidak mungkin bisa dilaksanakan,  karena petani di sana rata-rata memiliki usaha lain yang lebih menjanjikan seperti menambang emas dan lainnya, sedangkan dalam program ini bantuan dari Pemerintah Pusat hanya benihnya saja,” timpal Jarwadi.

Namun demikian Dinas Pertanian Kapuas tetap melaksanakan program pertanian di lima kecamatan itu yakni melalui budidaya pertanian terpadu dengan cara memadukan antara tanaman padi lahan kering dengan tanaman holtikultura.

“Jadi, tanaman padi ditengahnya kita tumpang sarikan dengan tanaman buah-buahan seperti jeruk, rambutan dan tanaman buah sirsak yang tentunya merupakan peluang usaha,” terang Jarwadi.     

Ditambahkanya, untuk tahap pertama program pertanian terpadu ini nantinya akan direalisasikan diatas lahan seluas 30 hektar. “Tahun ini kita coba 30 hektar dulu, nanti tahun 2018 kita naikan menjadi 50 hektar dan sampai tahun 2020 minimal sampai 100 hektar. Jadi, untuk kegiatan ini kami akan bergandengan dengan bagian holtikultura untuk mengawalnya,” pungkas. (irf)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...