BMKG Kalteng Prediksi Juli Sudah Memasuki Musim Kemarau

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Kalimantan Tengah terjadi pada bulan September 2017 nanti, namun potensi terjadinya El Nino diperkirakan ada, tapi dalam kategori lemah.

Hal ini disampaikan langsung Anton Budiyono selaku Kasi Data dan Informasi BMKG Kalteng, iklim cuaca terjadi seperti biasa (normal) sampai dengan El Nino lemah, artinya musim kemarau nanti tidak ada penambahan hujan dan tidak ada pengurangan hujan.

“Seperti biasa di tempat kita ya kalau kemarau dimungkinkan terjadi tiga bulan, tapi masih ada hujan di hari-hari tertentu,” ujar Anton Budiyono ketika diwawancarai awak media, Selasa (13/06) di Makorem 102/Panju Panjung Jl. Imam Bonjol Kota Palangka Raya.

Disinggung adanya banjir yang terjadi di sejumlah daerah di Kalteng, ia menyampaikan, saat ini masih dalam masa transisi yang cukup panjang, sehingga ada beberapa gangguan yang dapat mengakibatkan terjadinya hujan.

“Untuk masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau, prediksi kami (sebelumnya) di bulan April sampai dengan bulan Mei 2017. Itu tadi, karena adanya gangguan-gangguan lainnya.” lanjutnya menjelaskan.

Lebih dalam lagi papar Anton menjelaskan, Bulan-bulan ini prediksi dari BMKG sendiri sudah memasuki musim kemarau seperti di Kabupaten Kapuas dan terakhir di Kabupaten Gunung Mas dan daerah utara, sehingga akhir bulan Juli 2017 seluruhnya masuk ke musim kemarau.

Mengenai adanya potensi munculnya sejumlah titik-titik hospot, berdasarkan pantauan terakhir satelit, pihaknya menyatakan sampai dengan sekarang belum ditemukan, meskipun ada satu atau dua titik tapi konfidennya lemah.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...