Bibit Kurma Selundupan Asal Thailand Dimusnahkan di Belawan

MENARAnews, Medan (Sumut) – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memusnahkan ribuan batang bibit pohon kurma selundupan. Pemusnahan itu dilakukan di Pelabuhan Belawan, Kamis (15/6/2017).

Jumlah yang dimusnahkan hari ini sebanyak 1.231 batang bibit pohon kurma.  Selain itu, ada 80 batang pohon kurma yang juga ikut dimusnahkan. Barang bukti bibit pohon kurma itu adalah hasil penggagalan penyelundupan sejak mei-Juni 2017.

Penggagalan penyelundupan itu sdah dilakukan sebanyak tiga kali oleh Bea Cukai Aceh. Mereka juga tergabung dalam tim operasi jaring Sriwijaya, berhasil menggagalkan penyelundupan di kawasan perairan timur Pulau Sumatera.

Pertama kali tim berhasil menggagalkan penyelundupan oleh kapal Motor Sahabat Jaya I. Lalu, Kapal Motor Harapan Tujuh, yang dinahkodai D dan M.

“Kami berhasil mengamankan 1.231 batang bibit kurma. 80 batang pohon kurma dengan panjang 8 meter. 5 ton beras, dan 61 kotak makanan kucing,” kata Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh Rusman Hadi, di Dermaga Bea Cukai Sumut.

Barang-barang itu diangkut ari Pelabuhan Satun, Thailand dengan tujuan Aceh Tamiang. Kapalkapal itu sempat mencoba lari dalam kejaran petugas.

“Setelah dilakukan upaya pengejaran, kapal-kapal tersebut berhasil ditangkap dan diamankan, di Dermaga Bea Cukai Sumatera Utara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Rusman.

Bibit kurma itu dimusnahkan dengan cara dipotong dan dibakar. Pihaknya khawatir bibit kurma itu membawa wabah penyakit. Mereka kemudian menimbun bibit kurma dalam tanah.

“Dalam hal ini barang yang dimuat tidak dilemgkapi dengan dokumen kepabeanan, sehingga melanggar Pasal 102 huruf a UU No 10 tahun 1995, sebagaimana telahdiubah dengan UU Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan,” tandasnya. (Yug)

Comments
Loading...