Belajar Bhinneka Tunggal Ika dan Toleransi? Palangka Raya Tempatnya

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama serta menghargai keragaman dalam berbagai sudut pandang, sudah dilakukan dengan teguh oleh masyarakat di Kalteng pada umumnya dan di Palangka Raya pada khususnya.

“Jujur, bila ingin melihat dan belajar soal toleransi maupun keragaman yang dibalut dalam Bhinneka Tunggal Ika, maka wujud nyatanya ada Palangka Raya Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah yang berjuluk Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila,” ungkap Wakil Wali Kota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio, ketika dimintai komentarnya terkait toleransi dan keragaman masyarakat di Kota Palangka Raya, Minggu (04/05).

Menurut Mofit, toleransi antar umat beragama saat ini sangat harmonis. Sehingga nilai-nilai persatuan dan kesatuan tidak gampang terusik meski ada oknum atau kelompok yang berusaha memecah-belah kondisi ini.

“Toleransi di kota ini tidak hanya diukur ketika bulan Ramadhan saja. Saya katakan kekerabatan dan persatuan, kebersamaan itu terbentuk ketika sudah adanya daerah ini,” tuturnya lagi.

Dirinya kata Mofit, sudah kurang lebih 50 tahun tinggal di Kota Cantik ini, toleransi itu sudah terbentuk dan tak tergoyahkan.

“Sikap saling menghormati, menghargai, itu tidak terpengaruh oleh rongrongan atau bentuk apapun,” ungkap Mofit menegaskan.

Lanjut dikatakannya, saat ini sangat penting, untuk lebih mempererat lagi tali silaturrahmi antar umat beragama, yang dalam beberapa bulan terakhir telah diganggu dengan berbagai permasalahan disana sini sehingga mempengaruhi rasa persatuan yang telah dibangun.

“Kita pun banyak dibantu ormas keagamaan maupun ormas adat. Kita berharap, semuanya dapat menciptakan rasa aman dan nyaman. Maka itu kita berharap tidak hanya sebatas Ramadhan hal ini terlihat, tapi pada bulan bulan lainnya ataupun momentum lainnya juga, maka rasa persatuan dan kesatuan jangan sampai terusik,” ujarnya.

Ditegaskan kerukunan antar umat beragama, jangan sampai terpecah belah karena sesuatu dan lain hal.

“Kepada penegak hukum dan masyarakat mari bahu membahu memperkuat lagi  rasa aman, nyaman, dengan situasi dan kondisi yang memang selama ini sudah kondusif,” pinta Mofit.

Pihaknya tidak menginginkan, jika kerukunan antar umat beragama terpecah belah karena sesuatu hal yang dianggap kurang penting.

“Oleh sebab itu, kita mengharapkan peran masyarakat disini. Tidak terprovokasi dengan isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.

Dirinya meminta, antar pemerintah dan warga saling berpegangan tangan guna meningkatkan kebersamaan. “Mari kita dukung kerja, aparat kepolisian dalam menjalankan tugasnya. Karena tanpa kerja sama yang baik semua kinerja tidak berjalan lancar,” tutupnya.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...