Bantu Rumah Ibadah, Pemko Palangka Raya Anggarkan Rp 23 Miliyar

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Di tahun 2017 ini, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat setidaknya telah  mengalokasikan anggaran sebesar Rp 23 miliyar lebih yang diperuntukkan membantu operasional dan pembangunan rumah ibadah

Seperti yang disampaikan Kepala BPKAD Kota Palangka Raya, Akhmad Fordiansyah, dimana anggaran tersebut dicairkan tidak hanya untuk rumah ibadah satu agama, melainkan untuk seluruh agama yang ada.

“Hanya saja dilihat dari jumlahnya proporsional, yang mana untuk Kota Palangka sebagian besar masyarakatnya beragama Islam. Sehingga, paling banyak penerima bantuan adalah masjid dan mushala. Ini terlihat dari banyaknya proposal yang masuk,” sebut Fordiansya, Rabu (21/06).

Menurutnya, setiap proposal yang masuk harus melewati proses verifikasi oleh tim khusus di lapangan. Melihat kondisi bangunan serta untuk menentukan dana yang dicairkan.

“Ini semata-mata sebagai tahapan dan langkah untuk mencegah bantuan yang tidak sesuai sasaran. Misalkan saja adanya proposal bodong atau tidak jelas keberadaan rumah ibadahnya,” terangnya.

Selama ini, salah satu dari aplikasi pemberian bantuan tersebut adalah saat dalam bentuk safari Ramadan pejabat struktural Pemko Palangka Raya. Seperti yang dilakukan kunjungan ke beberapa masjid sesuai agenda safari pemko. Pada momen itulah secara simbolis dilakukan memberikan bantuan dana operasional pembangunan rumah ibadah.

“Memang bantuan tidak harus cepat terealisasi. Dimana sebagian besar yang mendapat bantuan adalah proposal yang sudah di serahkan pada tahun  2015 dan 2016 lalu, sehingga sudah melewati proses verifikasi,” tuturnya.

Dikatakan, pemko melalui  BPKAD dalam memberikan bantuan tidaklah harus pilih-pilih. Jika memang ada gereja, klenteng, maupun vihara yang membutuhkan bantuan akan dibantu, akan tetapi setelah dilakukan diverifikasi secara akurat.

“Silahkan masukan proposal bantuan untuk pengembangan rumah ibadah, namun perlu diingat semuanya tetap melalui proses verifikasi oleh tim penilai dan prosesnya tidak begitu saja cepat terealisasi semua bergantung dari kesiapan anggaran,” tutupnya.(AF)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...