Bangkitkan Sadar Wisata dan Sapta Pesona, Kunci Pertumbuhan Pariwisata

MENARAnews, Bukittinggi (Sumatera Barat) – Pariwisata terbukti telah mengangkat kehidupan masyarakat, karena sektor ini mampu menggerakkan roda perekonomian di segala lapisan masyarakat dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan dan pengembangan wilayah. Pasca diselenggarakannya Pembinaan Sadar Wisata dan Sapta Pesona (22/05/2017) lalu, Pemkot Bukittinggi melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bukittinggi (Disparpora) terus menggenjot implementasi program tersebut.

Pemkot Bukittinggi melalui Disparpora terus membangkitkan dan menggalakkan gerakan sadar wisata dan sapta pesona kepada para pelaku wisata. Karena menurut Kabid Parekraf Disparpora Bukittinggi, Suzi Yanti, para pelaku wisata yang telah mengikuti pembinaan sadar wisata dan sapta pesona merupakan garda terdepan untuk melayani wisatawan yang berkunjung di Bukittinggi. Pelaku wisata yang telah mengikuti pembinaan sadar wisata dan sapta pesona antara lain, Juru Parkir, Pedagang Pasar Atas, Pedagang di Objek Wisata, Kusir Bendi, Sopir Angkot maupun Fotografer Objek Wisata. Selain itu, sadar wisata merupakan konsep yang menggambarkan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mewujudkan iklim yang kondusif berkembangnya pariwisata di suatu wilayah dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hal tersebut disampaikan Suzi Yanti saat ditemui di ruang kerjanya (5/6/2017).

Di samping itu, Suzi Yanti juga menjelaskan bahwa pada dasarnya masyarakatlah yang memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan, bukan dari Dinas Pariwisata.

“Intinya masyarakat, bukannya kita dari Pariwisata yang harus memberikan pelayanan terbaik, tetapi justru masyarakat bersama-sama bagaimana bisa membuat pengunjung atau wisatawan betah dan nyaman di Kota Bukittinggi.

Suzi menjelaskan bahwa Sapta Pesona pada dasarnya dipahami sebagai tujuh unsur yang terkandung di dalam setiap Produk Pariwisata serta digunakan sebagai tolak ukur peningkatan kualitas produk pariwisata, antara lain aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan.

Salah seorang kusir bendi, Anis Sutan menjelaskan bahwa Dinas Pariwisata telah memberikan fasilitas berupa hiasan untuk mempercantik bendi. Hal tersebut bertujuan untuk menarik wisatawan sehingga bersedia untuk menggunakan jasa bendi.

“Hiasan yang diberikan Dinas Pariwisata adalah untuk mempercantik bendi. Selain itu, Pemkot juga membebaskan tarif parker kepada petugas bendi di areal Jam Gadang asal menjaga kebersihan lingkungan,”tuturnya.

Sementara itu, Anis mengungkapkan bahwa pengguna jasa bendi mayoritas datang ketika masa liburan atau libur panjang.

“Untuk hari libur standar harga yaitu Rp 100.000, dan hari biasa Rp 50.000. edangkan untuk ke kebun binatang dengan tarif Rp 30.000. Kalau di Bukittinggi orang ramai pada hari libur atau libur panjang,”ujarnya.

Pihaknya berharap agar kedepannya angkutan bus dan kusir bendi terdapat sinergitas dan koordinasi terkait penggunaan jasa transportasi. Anis meminta supaya supir angkutan bus hanya mengantar wisatawan, selanjutnya untuk kembali ke penginapan agar digantikan oleh bendi.

Sementara itu, petugas parkir RSUD Dr Achmad Mochtar, Efendi, dalam keterangannya mengatakan bahwa, dengan adanya tempat parkir yang telah tertata, keamanan motor dan mobil terjamin. Selain itu pengguna parkir juga merasa senang dengan tariff yang tidak terlalu mahal yaitu Rp 2.000. Pihaknya merasa senang dengan adanya gaji perbulan yang diterima sehingga dapat menutupi kebutuhan sehari-hari. (AD)

Comments
Loading...