Aset KPK di Kampar Ternyata Punya Hutang

Menaranews, Riau (Sumatera)- Ratusan massa dari Komunitas Petani Kelapa Sawit Desa Bencah Kelubi Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, Provinsi Riau berunjukrasa di depan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Indah Karya Plasma Perkasa (PT IKPP) Jalan Garuda Sakti ujung Km 18 Desa Bencah Kelubi Kecamatan Tapung menuntut manajemen melunasi utang kepada petani sebesar Rp6 miliar.

Dalam press release disebutkan bahwa pada 2012 lalu aset PT IKPP berupa sertifikat HGB No.93 atas sebidang tanah seluas 229.238 M2 dan satu unit PKS kapasitas 45 ton/jam yang terletak di Desa Bencah Kelubi Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Riau atas nama PT IKPP disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka kepentingan penyidikan terhadap kasus yang melibatkan kader Demokrat waktu itu Nazaruddin sebagai pemilik PT IKPP. Sebelumnya PT IKPP ini dibangun oleh seorang pengusaha bernama Johan.

“Tidak ada pemberitahuan secara resmi dari KPK bahwa PT IKPP/DPS telah disita. Itulah kenapa kami petani penyuplai TBS kelapa sawit menjalin kerjasama dengan PT IKPP/DPS dalam menyuplai TBS sehingga dari kerja sama tersebut menimbulkan hutang piutang antara PT IKPP dengan kami petani sebesar Rp6 miliar dan sampai hari ini hutang tersebut belum dibayarkan oleh pihak PT IKPP/DPS kepada kami petani,” jelas korlap Ridho Ikhsan.

Para petani dari Komunitas Petani Kelapa Sawit desa Bencah Kelubi telah mendengar bahwa pihak KPK akan melelang PT IKPP/DPS pada tanggal 16 Juni 2017.

Tuntutan massa diantaranya meminta KPK RI untuk memfasilitasi pelunasan hutang pada calon pemenang lelang, meminta KPK RI untuk memasukkan jumlah hutang PT IKPP/DPS kepada petani yang tergabung dalam Komunitas Petani Kelapa Sawit Bencah Kelubi dalam point pelelangan nantinya, dan meminta KPK RI untuk tidak tutup mata dengan persoalan ini.

PT.IKPP merupakan aset KPK yang sebelumnya milik Nazaruddin-Demokrat dalam kasus pencucian uang pada 2012. (*)

 

Comments
Loading...