Antisipasi Karhutla 2017, Korem 102/Pjg Adakan Pelatihan Posko I

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Sebagai bentuk antisipasi serta upaya pencegahan agar di tahun 2017, khususnya di 13 Kabupaten dan 1 Kota se wilayah Kalteng tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dapat mengakibatkan terganggunya kondisi daerah, Pemerintah Provinsi Kalteng telah membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) dari sejumlah Instansi terkait, Lembaga atau Badan, serta TNI dan Polri. Gubernur Kalteng juga telah menunjuk secara langsung Danrem 102/Panju Panjung Kolonel. Arm. M. Naudi Nurdika sebagai Komandan Satgas (Dansatgas) Karhutla 2017.

Naudi Nurdika mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pelatihan Posko I yang melibatkan seluruh jajaran Korem 102/Pjg dan jajaran Satuan di tingkat Kodim di tiga daerah, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Kapuas, dan Kabupaten Kotawaringin Timur (Sampit) selama 3 hari bertujuan untuk melatih kesiapan dalam mekanisme pengendalian hubungan komando dan staf serta jajaran saat terjadi Karhutla.

“Untuk pelatihan posko I ini hanya internal kita saja yang dilatih, namun dari pelatihan ini ada kegiatan yang namanya tatap muka antara Dandim dengan sejumlah Instansi terkait dengan wilayahnya masing-masing guna melakukan koordinasi,” jelas Naudi Nurdika ke awak media usai meninjau lokasi posko bersama Pemerintah Provinsi Kalteng yang diwakili Yuel Tanggara selaku Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Kemasyarakat dan SDM, beserta jajaran dan Pemerintah Daerah Kota Palangka Raya yang dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono, Rabu (07/06) di Palangka Raya.

Dia menginformasikan pelatihan yang juga merupakan simulasi dalam pengelolaan informasi berdasarkan hasil monitoring anggota di lapangan ini benar-benar diambil dari hasil data kejadian ditahun-tahun sebelumnya, sehingga Daerah anggota yang mengikuti pelatihan ini betul-betul mengetahui data mana saja lokasi kebakaran yang rawan terjadi.

Adapun jumlah personil yang dilibatkan dalam pelatihan Posko I tahun ini lebih kurang, ada sekitar 150 Anggota Jajaran Korem 102/Pjg. Ditambah dengan Instansi terkait dengan perkiraan peserta yang dilibatkan dari masing-masing Instansi di masing-masing Daerah, sekitar 10 orang.

“Dalam pelatihan ini peserta tidak hanya bermain dengan data saja, akan tetapi ada juga persoalan-persoalan yang terjadi di lapangan sehingga seoalah-olah dari persoalan yang disampaikan itu tadi sudah ada tindaklanjut ke lapangan. Meski dalam pelaksanaannya ketika pelatihan masih diatas kertas, belum operasional di lapangan sebenarnya,” tukasnya menambahkan.

Berkenaan dengan adanya kemungkinan kesulitan petugas di lapangan ketika tidak ada air pada saat melakukan upaya pemadaman, Naudi menjelaskan, memang untuk saat ini ada beberapa titik lokasi pembuatan umbung atau sumur bor. Dalam upaya preventif seharusnya Pemerintah Daerah memperbanyak itu (embung dan sumur bor. red).

Dengan adanya titik-titik rawan yang sudah diketahui tersebut, lanjutnya lebih dalam lagi, mestinya sudah dibangun embung-embung atau sumur-sumur bor. Sehingga mempermudah petugas ketika melakukan upaya-upaya pencegahan maupun pemadaman ketika terjadi Karhutla.

Namun demikian informasi yang perolehnya, kalau tidak salah, ada lebih kurang 2000 sumur bor yang ada di Kabupaten Pulang Pisau mengingat Daerah tersebut termasuk Daerah yang rawan terjadinya Karhutla. Namun informasi dari BPBD baru ada sekitar 200 sumur bor yang terbangun.

“Saya tidak tau persis datanya, coba nanti kita sama-sama cek kembali. Mestinya sudah harus siap difungsikan. Tapi kedepannya juga saya selaku Dansatgas memiliki kewenangan untuk melakukan pengecekan, sumurnya dimana, alatnya berfungsi apa tidak. Itu akan kita lakukan,” tegasnya.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...