Yayasan BOS : Tahun 2017 Sebagai Tahun Kebebasan Orangutan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Yayasan BOS Nyaru bekerjasama dengan BKSDA Kalteng kembali melepasliarkan orangutan dari Nyaru Menteng untuk yang ke-17 kalinya sejak tahun 2012 lalu. Tim pelepasliaran Yayasan BOS akan menempuh perjalanan selama 10 jam melalui jalur darat dan sungai dari Nyaru Menteng ke TNBBBR membawa 1 orangutan jantan dan 5 orangutan betina untuk dilepasliarkan di titik-titik yang telah ditentukan.

CEO Yayasan BOS, Jamartin Sihite dalam press releasenya yang diterima menaranews.com, Senin (22/05) menjelaskan, Pelepasliaran kali ini menambah populasi orangutan eks-rehabilitasi di TNBBBR menjadi 47 individu. Orangutan di Kalimantan dinyatakan dalam kondisi sangat terancam punah, dan kami di Yayasan BOS bertekad bekerja mengubah kondisi ini.

“Tahun 2017 kami tetapkan sebagai Tahun Kebebasan #OrangutanFreedom dengan melepasliarkan sebanyak 100 orangutan ke hutan, dan memindahkan 100 lagi dari kandang kompleks rehabilitasi kami ke pulau pra-pelepasliaran. Kami telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan seperti pemerintah dan masyarakat daerah, bahkan pelaku bisnis.” Jelas Jamartin Sihite.

Ia berharap kerja sama ini bisa lebih meningkat di masa-masa mendatang. upaya melestarikan orangutan di habitat alaminya, akan menciptakan hutan yang berkualitas. Masyarakat Kalteng ujarnya, masih membutuhkan jasa lingkungan hutan seperti udara bersih, air bersih, iklim yang teratur, berarti kita semua harus bekerja sama menjaga agar orangutan tetap berada di habitatnya, di hutan.

Untuk itu dirinya kembali berharap, pelepasliaran ini bisa menjadi kado ulang tahun ke-60 yang indah bagi pemerintah dan masyarakat Kalimantan Tengah, sekaligus meningkatkan kesadaran konservasi spesies ikonik dari Kalimantan Tengah ini.

Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Adib Gunawan mengatakan, Pelepasliaran kali yang bertepatan dengan ulang tahun ke-60 Provinsi Kalimantan Tengah adalah sebuah peristiwa yang menarik. BKSDA Kalimantan Tengah bersama Yayasan BOS dan para pemangku kepentingan lain seperti pemerintah daerah telah bekerja keras dalam melestarikan orangutan dan habitatnya sebagai perwujudan tanggung jawab kami atas pelestarian alam dan seisinya.

“Sangat menyenangkan bisa merayakan ulang tahun bersama-sama dengan para pemangku kepentingan konservasi lingkungan dalam sebuah kegiatan nyata seperti hari ini. Mari kita jaga terus momentum dan terus peduli terhadap keberadaan alam Indonesia yang terjaga, sehat, dan lestari.” jelasnya menambahkan.

Disisi lain, Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) Wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, Heru Raharjo sangat mendukung sepenuhnya upaya tersebut, dan mengatakan, Kerja sama pihak Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya dengan Yayasan BOS dan BKSDA Kalimantan Tengah dalam melepasliarkan orangutan rehabilitasi dari Nyaru Menteng ke Taman Nasional ini bertujuan melestarikan orangutan Kalimantan yang semakin terancam punah.

“Upaya ini perlu kita semua apresiasi dan dukung bersama. Pemantauan yang kami lakukan bersama tim dari Yayasan BOS menunjukkan bahwa para orangutan yang telah dilepasliarkan berhasil beradaptasi dengan baik dan saya pribadi berharap, keenam orangutan yang hari ini kita lepasliarkan akan mengikuti keberhasilan rekan-rekannya yang terlebih dulu hidup di Taman Nasional ini dan menciptakan populasi baru orangutan liar di Kalimantan Tengah.” jelas Heru Raharjo.

Disamping itu, Bupati Katingan, H. Ahmad Yantenglie, dengan kampanyenya Konservasi Katingan Untuk Borneo, setia memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelepasliaran ini dan mengatakan, Kembali kita melepasliarkan orangutan di Katingan untuk yang kelima kalinya.

“Sebagai pimpinan di Kabupaten ini, atas nama rakyat Katingan, saya menghaturkan kebanggaan kami semua atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk turut berpartisipasi dalam upaya pelestarian orangutan dan habitatnya.” ujar Yatenglie.

Pemerintah Kabupaten Katingan berharap ujarnya menambahkan keberadaan orangutan yang dilepasliarkan di sini membantu menjaga kualitas hutan kami di Kabupaten Katingan ini selamanya, karena hutan yang terjaga dengan baik akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi kita manusia.

Sembari mengucapkan selamat ulang tahun kepada Provinsi Kalimantan Tengah yang kita cintai ini, saya juga berdoa agar kita bisa selalu melestarikan satwa kebanggaan kita semua. Kegiatan pelepasliaran ini juga didukung oleh USAID LESTARI yang telah berkomitmen untuk mendukung program pelepasliaran orangutan di TNBBBR sampai tahun 2018.

Rosenda Chandra Kasih, USAID LESTARI Kalimantan Tengah Landscape Coordinator mengatakan, Keberadaan orangutan dengan status sangat terancam punah sudah seharusnya membuat kita waspada dan saatnya semua pihak saling mendukung memberikan solusi atau kontribusi untuk perlindungan dan penyelamatan habitat yang tersisa di Kalimantan Tengah, juga untuk species orangutan sendiri.

“USAID LESTARI bekerjasama dengan BOSF, pemerintah, pihak swasta dan masyarakat untuk menjamin keberlangsungan perlindungan orangutan di kawasan TN Bukit Baka Bukit Raya. Salah satu tujuan adalah menciptakan populasi orangutan liar yang baru, yang dapat bertahan hidup dan berinteraksi normal dengan ekosistem habitat di sekitarnya.

Momen peringatan Hari Ulang Tahun Kalimantan Tengah yang ke-60, kami rayakan dengan pelepasliaran 6 Orangutan ini hendaknya menjadi simbol dan gerakan konservasi agar bersama-sama kita mencegah musnahnya habitat orangutan. Harapan kami ini menjadi seruan kepada semua pihak untuk memperhatikan ancaman kepunahan orangutan yang populasi tertingginya justru berada di provinsi Kalimantan Tengah.

Yayasan BOS selalu menekankan bahwa keberhasilan upaya konservasi orangutan dan habitatnya hanya bisa dicapai dengan keterlibatan dan dukungan aktif dari semua pihak yaitu pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam rangka melestarikan orangutan dan habitatnya.

Yayasan BOS juga mendapatkan dukungan sejumlah mitra lain seperti PT Kayu Waja, masyarakat Kabupaten Katingan, donor perseorangan, organisasi konservasi di seluruh dunia. Yayasan BOS juga sangat berterima kasih atas dukungan seluruh pihak atas dukungan dan kontribusinya dalam memastikan tercapainya upaya konservasi dan pelestarian alam di Indonesia.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...