Usulan Perbaikan Infrastruktur Jalan Mendominasi

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Usulan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan paling mendominasi disampaikan masyarakat pada reses dalam daerah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas yang telah dilaksanakan baru-baru ini.

Hal itu terungkap dalam rapat paripurna DPRD Kapuas tentang penyampaian hasil reses dalam daerah DPRD Kapuas, Senin (8/5/2017). Menurut Ketua DPRD Kapuas Algrin Gasan jika melihat hasil reses semua Dapil bahwa rata-rata usulan masyarakat sebagian besar bertitik tolak pada kegiatan fisik yaitu perbaikan dan peningkatan jalan dan jembatan.

“Tentunya kita berharap ini menjadi pocus perhatian pemerintah daerah untuk memperhatikan usulan-usulan dibidang infrastruktur jalan dan jembatan, selain bidang pendidikan, kesehatan dan bidang lainnya,” katanya kepada MENARAnews.com usai rapat paripurna.

Legislator Partai Golkar itu juga berharap perlunya sinergisitas antara pemerintah daerah dengan DPRD dalam hal mensinkronkan program-program prioritas terkait dengan kegiatan fisik bidang infrastruktur jalan dan jembatan tersebut.

“Sehingga diharapkan hasil reses maupun hasil Musrenbang dapat teranggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kapuas murni maupun APBD perubahan nantinya,” ujar Algrin Gasan.

Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat dalam sambutannya pada rapat paripurna, mengharapkan hasil kegiatan reses dewan dapat menjadi bahan pembelajaran dan masukan bagi DPRD Kabupaten Kapuas bersama dengan pemerintah daerah untuk menyusun langkah strategis dan rencana kebijakan ke depan, sehingga aspirasi masyarakat dapat terakomodasi dan dilaksanakan secara bertahap.

“Pentahapan realisasi pelaksanaan dilakukan mengingat pemerintah daerah mempunyai keterbatasan sumber daya keuangan, karena sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pemerintah daerah menghadapi kondisi yang dilematis, disatu sisi kebutuhan prioritas dan mendasar masyarakat sangat banyak,” katanya.

Akan tetapi di sisi lain, lanjut Ben, pemerintah dihadapkan pada anggaran yang sangat terbatas. Hal itu, kata dia, sangat beralasan karena selama ini keuangan daerah sangat tergantung dengan dana transfer dari Pemerintah Pusat, dengan demikian ketika kondisi keuangan pemeirntah pusat tidak stabil maka sangat berdampak kepada kemampuan keuangan daerah. (irf)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...