Upsus Sapi Wajib Bunting di Kalteng Berada Pada Peringkat 13 Nasional

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Terkait Keberhasilan yang dicapai oleh Pemerintah Daerah Provinsi Kalteng Dalam mensukseskan program Nasional Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) di tahun 2017, dimana informasi dari data Kementerian Pertanian RI, Upsus Siwab Kalteng berada pada urutan ke-13 nasional dengan capaian sebesar 68 persen.

Berkenaan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Provinsi Kalteng Ir. Sutrisno melalui Kabit Peternakan dan Kesehatan Hewan Candra Rahmawan ketika diwawancarai menaranews.com diruang kerjanya kamis (04/05) membenarkan hal tersebut.

“Namun ada tambahan dari sisi Inseminasi Buatan (IB) nya dapat dilihat dari data IB Januari sampai dengan Maret 2017, jumlahnya sudah mencapai 70 persen dari target 2.246 ekor sapi atau kerbau. Dari Informasi secara Nasional 68 persen karena ada tambahan persentase dari Kotawaringin Timur sebesar 140 persen,” jelas Candra Rahmawan.

Berdasarkan informasi data IB Januari sampai Maret 2017, Barito Utara sudah mencapai 271 persen dari target 63 ekor, Palangka Raya 106 persen dari target 106 ekor, Kapuas 99 persen dari target 189 ekor, Kotawaringin Barat 76 persen dari target 496 ekor.

Kabupaten Murung Raya 74 persen dari target 75 ekor, Lamandau 56 persen dari target 135 ekor, Pulang Pisau 43 persen dari target 425 ekor, Seruyan 25 persen dari target 108 ekor, Gunung Mas 25 persen dari target 113 ekor, Barito Selatan 12 persen dari target 25 ekor, Barito Timur 12 persen dari target 75 ekor dan Katingan 0 persen dari target 110 ekor.

“Rekap data Upsus Siwab Provinsi Kalteng setiap hari dilaporkan, IB nya berapa, Buntingnya berapa dan lahirnya berapa, dan dikompilasi dalam perhitungan bulan, misalnya Bulan Januari 2017 IB totalnya 599 ekor, Bunting 327 ekor, dan lahir 261 ekor. Bulan Februari Total IB 491 ekor, Bunting 378 ekor dan Lahir 129 ekor,” jelasnya menambahkan.

Untuk data bulan Maret, total IB sebanyak 487 ekor, Bunting 783 ekor dan lahir 203 ekor, bulan April total IB 370 ekor, Bunting 91 ekor, dan Lahir 63 ekor. sementara untuk bulan Mei, masih dalam proses perhitungan. Disinggung terkait sejumlah faktor penting dalam Pengembangan keberhasilan program Upsus Siwab di Kalteng sendiri.

Diantaranya menyangkut Ketersedian Lahan, Ketersedian Semen Baku, Ketersedian N2 Cair, Tenaga Inseminator dan lain-lain. Khusus untuk ketersedian lahan untuk pakan, Pemerintah Provinsi Kalteng sudah melakukan persiapan di masing-masing Kabupaten untuk menyiapakan lahan dengan total luas secara keseluruhan mencapai 105 Ha.

Diantaranya seperti. Gunung Mas 10 Ha, Kapuas 5 Ha, Katingan 3 Ha, Kotawaringin Barat 12 Ha, Kotawaringin Timur 10 Ha, Lamandau 7 Ha, Pulang Pisau 10 Ha, Seruyan 10 Ha, Barito Selatan 3 Ha, Barito Timur 10 Ha, Barito Utara 10 Ha Murung Raya 5 Ha, Sukamara 5 Ha dan Palangka Raya 5 Ha.

“Berkenaan dengan kondisi tenaga Inseminator di Kalteng, secara keseluruhan ada sekitar 43 orang. Kendala di lapangan memang masih kurang tenaga Inseminator, kemarin saya berangkat ke Katingan, tenaganya cuma ada 2 orang tapi kita tambah 5 lagi, ada lagi di Gunung Mas cuma 1 karena kurangnya SDM,” papar Candra menambahkan.

Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan upaya penambahan tenaga Inseminator, dan untuk saat ini masing-masing Kabupaten sudah mencukupi. Kemudian kedala lainnya seperti ketersedian N2 cair masih overhaul atau perbaikan. Tapi ujarnya lebih dalam lagi, hal tersebut masih bisa diatasi. Harapan ke depan Pemerintah Pusat menyiapkan kendaraan operasional untuk tenaga Inseminator di Kalteng.

“Kesiapan kendaraan operasional, karena kuasanya jangkauan daerah yang ada di Kalimantan Tengah saat ini, tentunya adanya kendaraan operasional Inseminator ini tentunya dapat mempermudah dan mempersingkat pekerjaan sekarang ini,” tutupnya.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...