Dugaan Ungkapan Provokasi Agama Diserahkan Ke Polisi

KUI Kalteng : Masyarakat Jangan Terprovokasi

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Pasca dilaporkanya Sodara BM atas ungkapan provokasi berbau agama oleh sejumlah organisasi dan lembaga keagamaan seperti Kesatuan Umat Islam (KUI) Kalteng, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Palangka Raya, Jum’at 19 Mei 2017 lalu tepatnya ke Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah, Kepolisian dalam hal ini diminta segera menindaklanjuti laporan yang disampaikan terkait perihal tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Kesatuan Umat Islam (KUI) Kalteng H.M. Rumsyah Bagan minggu (21/05) di Palangka Raya menyampaikan kepada seluruh umat Islam mengenai persoalan tersebut.

“Dengan laporan yang kita sampaikan ke Polda Kalteng, kita tetap menggunakan azas praduga tak bersalah, dan ini membuktikan, Islam sangat beradab. Dengan adab dan keimanan terhadap ajaran Nabi Muhammad SAW, kita tidak memprasangka langsung kepada siapa,” jelas Rumsyah Bagan ke awak media.

Alhamdullillah ujarnya, atas laporan yang disampaikan oleh pihaknya tersebut, pihaknya beserta sejumlah tokoh agama Islam dan organisai dan lembaga di Kalteng diundang oleh pihak Kepolisian pada kegiatan silaturrahmi yang rencana dilaksanakan Senin (22/05) besok di Mapolda Kalteng.

Atas peristiwa tersebut, pihaknya berpesan kepada seluruh sodara-sodara kaum muslimin dan muslimat khususnya di Kalteng, untuk tidak terprovokasi dan terpancing. Sehingga dapat menimbulkan gejolak yang nantinya dapat menjadi persoalan yang tidak kondusif di Kalteng.

“Kita sudah percayakan permasalahan ini ke pihak Kepolisian untuk segera memproses tuntas, terlepas siapa yang benar dan siapa yang salah. Mudah-mudahan Polisi sendiri dapat bekerja secara profesional dan kita dukung secara moral untuk menegakkan kebenaran dan keadilan khusus di wilayah Kalteng ini dan Indonesia pada umumnya,” jelasnya menambahkan.

Disisi lain, Sekretaris KUI Kalteng, Dr. Achmad Sajarwan menyampaikan, dalam laporan yang disampaikan ke pihak Kepolisian kemarin, ada tiga poin yang perlu menjadi perhatian bersama Pertama terkait dugaan penistaan agama Islam, kedua meminta aparat penegak hukum untuk segera menindak yang bersangkutan.

“Tentunya sesuai hukum yang berlaku, kemudian poin yang ketiga, kami KUI Kalteng berusaha semaksimal mungkin untuk mengendalikan umat Islam supaya tidak terprovokasi dan main hakim sendiri terhadap yang bersangkutan, karena semuanya kita serahkan ke pihak yang berwajib,” ujar Sajarwan.

Disamping itu, Wakil Ketua KUI Kalteng sekaligus mewakili Muhammadiyah, Dr H. Normuslim berharap kepada Aparat Kepolisian Daerah sungguh-sungguh bekerja secara profesional untuk menuntaskan persoalan ini.

“Oleh sebab itu, kita menginginkan aparat Kepolisian segera menyelesaikan persoalan ini. Bagaimanapun Daerah di Kalteng kita ini merupakan Daerah yang aman dimana penduduk aslinya di sini orang Dayak, dimana dalam satu rumah saja bisa memiliki keragaman agama. Bahkan banyak tokoh agama Islam yang mungkin memiliki keluarga di luar dari agama Islam,” jelasnya menambahkan.

Oleh sebab itu, hal yang mustahil jika persoalan agama bisa mengadu-domba kepada masyarakat yang ada di Kalteng ini. Tapi jika ada yang berkeinginan coba-coba melakukan hal tersebut, tegasnya, yang bersangkutan harus segera diproses secara hukum yang berlaku.

Menambahkan kembali, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Kalteng, Katma F. Dirun menyampaikan, sangat menyayangkan peristiwa-peristiwa ini terjadi, karena persoalan agama sangat sensitif. Oleh karena itu pihak NU Kalteng mengapresiasi sebesar-besarnya terhadap KUI Kalteng dan HMI Palangka Raya tanggap melaporkan persoalan ini.

“PW NU Kalteng berkeinginan agar persoalan ini juga segera diproses dan menemukan yang bersangkutan, agar dapat diketahui apakah memang betul si BM ini melakukan Penistaan Agama, atau mungkin saja media sosialinya dilakukan oleh orang lain. Mudahan-mudahan secepatnya bisa ditemukan oleh Kepolisian,” jelas Katma.

PWNU juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dan terpancing dan tetap menjaga kerukunan antar umat seagama maupun antar umat beragama lainnya. Dimana pada dasarnya bersaudara dan berasal dari ciptaan sang Yang Maha Esa. Oleh sebab itu diharapkan masyarakat lebih mengedepankan kebersamaan.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...