Tindaklanjuti Reaktivasi Jalur Kereta Api, DPRD Hearing Dengan APWS

MENARAnews, Bukittinggi (Sumatera Barat)Menindaklanjuti atas rekomendasi yang diajukan DPRD Kota Bukittinggi kepada Pt. KAI, DPRD Kota Bukittinggi bersama Aliansi Perjuangan Warga Stasiun (APWS) gelar hearing, Jum’at (19/05).

Hearing yang dilaksanakan di gedung DPRD Kota Bukittinggi dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Bukittinggi, Rusdy Nurman dan didampingi anggota Komisi III DPRD Kota Bukittinggi, APWS mempertanyakan komitmen dari DPRD dalam kelanjutan reaktivasi jalur kereta api Stasiun Bukittinggi.

Dalam hearing ini, perwakilan APWS, Khairunnas, mengatakan Jika memang Pemerintah segera mereaktivasi jalur kereta api dari Padang Panjang ke Payakumbuh, masyarakat siap untuk mengosongkan jalur tersebut. Pihaknya menyammpaikan hal tersebut untuk mempertegas sikap warga sehingga tidak dipelintir oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami menyatakan apabila memang kereta api dibangun di Kota Bukittinggi, warga siap untuk mengosongkan, dengan catatan kenapa harus Bukittinggi yang direnovasi atau dibangun terlebih dahulu, sedangkan dari Padang Panjang belum dimulai. Hal tersebut menunjukkan adanya rekayasa dari PT. KAI”, ucapnya.

Di lain sisi, pihaknya menganggap bahwa Pemko terkesan lepas tangan terkait reaktivasi jalur kereta api.

“Dalam pertemuan selanjutnya, kita perlu mengundang Walikota untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan reaktivasi jalur kereta api, mengingat kita semua juga adalah warga Bukittinggi”.

Selanjutnya, Khairunnas juga menjelaskan bahwa setelah dikumpulkan beberapa warga, semua kartu keluarga yang terdaftar adalah 200 KK, sehingga lebih kurang 800 jiwa yang akan tergusur.

Menanggapi respon masyarakat, Rusdi Nurman menjelaskan bahwa DPRD Kota Bukittinggi telah melakukan rapat keraj dengan Pemko dan PT. KAI pada 14 Mei 2017. Dari rapat kerja tersebut, diperoleh beberapa rekomendasi yang intinya Pemko dan DPRD mendukung reaktivasi jalur kereta api dari Padang Panjang hingga Payakumbuh.

“Pemerintah Daerah dan DPRD mendukung penuh kegiatan atau reaktivasi jalur kereta api di Bukittinggi, dengan pertimbangan kereta api merupakan salah satu objek transportasi massa alternatif dan demi menunjang perekonomian Kota Bukittinggi khusus di sektor pariwisata.”

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada PT. KAI untuk mempertimbangkan dan meninjau kembali serta memohon mengulur waktu terkait eksekusi untuk masyarakat yang terkena dampak jalur kereta api. Terkait rencana PT. KAI bersama dengan anak perusahaan Pertamina PT. Patra Jasa yang ingin melaksanakan emplasemen dengan rencana akan membangun Hotel, Balkondes dan renovasi Masjid, kami meminta agar pihak terkait untuk dapat memberikan sosialisasi dan penjelasan yang detail kepada masyarakat yang terkena dampak jalur reaktivasi kereta api.

Sementara itu, warga Stasiun Bukittinggi, Yance mengatakan bahwa masyarakat stasiun setuju dengan program-program pembangunan yang dicanangkan pemerintah apabila berhubungan dengan fasilitas umum dan hajat hidup orang banyak. Dirinya menambahkan bahwa masyarakat siap digusur apabila memang digunakan untuk reaktivasi kereta api dan menolak tegas pembangunan selain untuk reaktivasi kereta api, apalagi rencana pemerintah akan membangun hotel dan kolam renang.

“Kami tidak meminta tenggang waktu diperpanjang 1 tahun atau yang lainnya. Karena kami akan memberikan waktu yang seluas-luasnya apabila memang untuk pengaktivan kembali kereta api Padangpanjang – Bukittinggi – Payakumbuh. Tapi kalau selain tersebut kami telah dengan tegas menyatakan sikap kami menolak,” tutupnya. (AD)

Comments
Loading...