Sigit : Ternyata Saya Masih Ada Tunggakan Pajak

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K. Yunianto menilai bahwa masih banyak masyarakat di kota setempat, yang belum berkontribusi besar dalam membayar pajak. Hal tersebut tentu berdampak pada masih tingginya tunggakan pajak.

Menurutnya, sistem pengelolaan pajak yang belum optimal tentu harus diperbaiki oleh instansi teknis. Dalam hal ini adalah pola jemput bola langsung kepada masyarakat selaku penguasa atau pemilik objek pajak. Selama ini masyarakat akan paham betul kewajiban dalam membayar pajak, asalkan mereka memang merasa  tercatat dan mengetahui akan kewajibannya.

“Seperti pada kegiatan launching hari ini, Saya  tidak menyangka kalau punya tunggakan di tahun 2017. Padahal seingat saya  sudah melakukan pembayaran. Mengacu dari hal ini, berarti secara umum surat pemberitahuan  pajak terutang (SPPT), tidak tersampaikan dengan baik,” ujar Sigit usai mengikuti pencanangan pekan panutan membayar pembayaran pajak bumi dan bangunan pedesaan perkotaan (PBB P2) yang digelar Dinas Pengolahan Pajak Dan Retribusi Kota Palangka Raya bekerjasama dengan PT Pos Indonesia Cabang Palangka Raya, Rabu (17/5), di halaman balai kota.

Dikatakan, penguatan sosialisasi  sangat penting dilakukan kepada masyarakat agar memiliki kesadaran dalam membayar pajak. Melalui sosialisasi secara menyeluruh, bahkan diperkuat melalui sistem jemput bola terhadap masyarakat yang memilki objek-objek pajak, maka akan ada pemahaman yang kuat terhadap adanya peraturan penarikan pajak bumi dan bangunan.

Menurut Sigit, sosialisasi  harus terus dilakukan. Selain itu, pintu utama dalam kemudahan pelayanan membayar pajak juga perlu diperhatikan.

“Contoh, ketika saya membayar pajak menggunakan kartu ATM, maka sistem pelayanan harus mampu melayani sistem tersebut, bahkan mencakup semua bank. Karena kita tahu perbankan sudah bekerjasama dalam hal ini. Nah metode praktis ini juga sangat diperlukan untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak. Jadi tidak hanya melulu dengan cara-cara lama atau manual kita harus mengikuti kemajuan teknologi.

Sementara ditanya terkait belum berjalannya penyampaian SPPT kepada masyarakat, menurut Sigit, perlu digenjot lagi kemampuan petugas dalam menjalankan program penyamapaian SPPT .

“Hal ini juga harus dibenahi, penyampaian SPPT kepada masyarakat selaku wajib pajak, harus betul –betul tersampaikan ke tangan masyarakat itu sendiri. Seperti tadi ketika saya mencoba membayar pajak, ternyata saya masih punya tunggakan. Saya nggak tahu karena tidak diberikan SPPT,” tandas Sigit.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...