Ratusan Supir Truk Aksi ke Kantor Gubernur Kalteng

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Persoalan menyangkut Galian C, di wilayah Kota Palangka Raya dan sekitarnya, tampaknya masih belum bisa diselesaikan. bahkan janji yang disampaikan oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pada aksi unjuk rasa yang dilakukan di Kantor Gubernur Kalteng untuk mencari solusi permasalahan yang terjadi, masih belum bisa direalisasikan.

Meski lokasi Galian C sempat dibuka lebih kurang 2 hari kemarin, namun saat ini menurut informasinya lokasi Galian C ditutup oleh Pemerintah Kota Palangka Raya dengan alasan yang masih belum jelas kenapa. Untuk itu lebih kurang 600 supir truk angkutan pasir di sejumlah daerah seperti di Kota Palangka Raya, Katingan, dan Kabupaten Kotawaringin Timur (Sampit) kembali melakukan aksi ujuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (03/05).

Aksi yang dilakukan kali ini dengan maksud yang sama dari aksi-aksi unjuk rasa sebelumnya dimana pihaknya meminta agar Pemerintah Daerah Provinsi Kalteng membuka kembali lokasi Galian C seperti biasa. Agar supir truk angkutan pasir dapat kembali bekerja seperti biasanya untuk mencari makan.

Pantauan MENARAnews.com di lapangan, aksi unjuk rasa kali ini, masanya lebih banyak dari biasanya. Bahkan aksi kali ini, supir truk langsung memarkirkan truknya di depan kantor Gubernur Kalteng sehingga akses jalan dari arah Bundaran Kecil ke G.Obos sementara ditutup untuk sementara waktu yang masih belum ditentukan.

Bahkan sejumlah masa dalam aksi unjuk rasa membawa sejumlah spanduk-spanduk yang bertuliskan, “Pak Gubernur kami perlu makan bukan perlu janji,” “kami sudah bosan dengan janji,” ” Ingat pejabat dari rakyat harus bisa merakyat, Jangan lupa rakyat,” “DPRD dan Gubernur mana kebijaksanaan kalian?, kami bangun dengan ketidakpastian,” dan spanduk “Menutup galian menghambat kemajuan Kalteng.”

Koordinator Aksi Hariono ketika diwawancarai awak media, pihaknya tetap akan menunggu solusi yang disampaikan oleh Pak Gubenur Kalteng Sugianto Sabran terkait persoalan yang dirasakan. Meski ada kabar, pak Gubenur Kalteng sendiri tidak ada ditempat sejak kemarin sampai dengan saat ini.

“Kita nunggu pak Gubernur Kalteng sampai dia datang. Kemarin kita sempat tenang karena sudah diberikan solusi oleh Pemerintah seperti pembukaan lokasi Galian C di Km.23 dan di Km.29 Tijik Riwut Kota Palangka Raya. Begitu dibuka, eh ditutup lokasinya oleh pak Walikota Palangka Raya,” jelas Hariono.

Dalam aksi kali ini, pihaknya hanya menuntut janji yang disampaikan oleh Pak Gubenur Kalteng. Selama ini operasi Galian C tidak memiliki ijin sejak tahun 2009 sampai dengan sekarang, statusnya masih ilegal. Pihaknya hanya menginginkan agar lokasi kembali dibuka seperti biasanya.

Bahkan pratiknya saat ini, para supir truk bekerja seperti layaknya “Maling”. Kerjanya di waktu malam hari. Alat berat ditangkap, truk ditangkap. Ada aparat berwajib ujarnya menambahkan, pihaknya bubar. Bahkan ada praktik ada lokasi yang dibuka, ada juga lokasi Galian C ditutup.

“Aparat terkesan diam. Kalau mau dibuka, dibuka semua. Kalau mau ditutup, ditutup semua jangan ada yang buka atau ditutup. Bahkan harganya sendiri gila-gilaan, masa kita membeli di Perusahaan Daerah (Perusda) sudah Rp.100.000 suruh jualnya Rp.200.000, lah minyaknya minta!, gajih supir gimana, ganti bang kaya apa?” sesalnya.

Dirinya menilai, persoalan tingginya harga pasir saat ini yakni sekitar Rp.550.000 sampai Rp.600.000 bermuara pada penetapan harga di Perusada Rp.100.000. Pihaknya meminta agar harganya seperti yang dulu yakni Rp.50.000 per ritnya, hingga pembeli juga tidak keberatan dengan harga sebelumnya yakni Rp.450.000 per ritnya.

“Harga pasir granit Rp.50.000 kita jual Rp.175.000 per ritnya, harga pasir dilokasi Rp.100.000 kita jual Rp.350.000 masih normal. Jadi kita inginkan kegiatan harus kembali normal. Kita perlu makan. Jika tidak dibuka kita inginkan dibuka. Biar kita dibubarkan aparat kita akan tetap disini, sampai ada kejelasannya,” paparnya kembali.

Pantauan kembali di lapangan, sekitar lebih kurang 2 jam lebih aksi berjalan. Situasi mulai memanas ketika sejumlah masa unjuk rasa memaksakan diri untuk memasuk ke halaman Kantor Gubernur Kalteng untuk meminta kepastian kejelasan. Bahkan pihaknya memberikan waktu satu jam untuk Gubenur Kalteng menemui massa.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...