Puluhan Warga Kapuas Keracunan Makanan

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) -. Diduga akibat keracunan makanan, puluhan orang warga Desa Tajepan, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas dilarikan ke rumah sakit umum daerah dr Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas, Rabu (3/5/2017) malam.

Warga mengalami keracunan usai menyantap makanan yang dihidangkan pada acara peringatan 100 hari meninggalnya warga di desa tersebut.

Dari informasi yang dihimpun MENARAnews.com, acara peringatan 100 hari tersebut berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB, setelah beberapa jam menyantap makanan yang dihidangkan warga mulai merasakan pusing mual dan muntah.

Lalu sekitar pukul 18.00 WIB warga yang diduga mengalami keracunan makanan langsung di bawa ke Puskesmas Kecamatan Kapuas Murung guna mendapatkan perawatan medis dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas dibantu tim gabungan relawan yang terdiri dari Balakar, rumah sakit, Puskesmas, Tagana, kepolisian dan TNI.

Kapolres Kapuas AKBP Jukiman Situmorang mengatakan, diduga kuat warga mengalami keracunan makanan. Adapun jumlah korban yang keracunan sekitar 80 orang dan yang sudah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Kapuas hingga pukul 21.00 WIB kurang lebih sebanyak 37 orang. “Kemungkinan akan bertambah,” katanya.

Yang jelas, lanjut Jukiman, pihaknya sudah melakukan tindakan awal berkoordinasi dengan instansi terkait. Pertama Polres Kapuas melakukan pengecekan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi. Kemudian meminta keterangan para pihak.

“Dalam hal ini warga yang punya hajatan, karena memang tidak ada ketering khusus yang disiapkan. Jadi, kami merasa perlu melakukan mungkin ada hal-hal yang lain terkait dengan kejadian ini,” ujarnya seraya menyebutkan korban yang mengalami keracunan sebagian besar adalah orang dewasa.

Kapolres menambahkan, berdasarkan keterangan pihak rumah sakit bahwa para korban tidak menunjukan suatu kondisi yang kritis. “Artinnya semua bisa diajak berkomunikasi. Jadi, itu yang penting,” pungkasnya.

Sedangkan Plt Direktur RSUD Kapuas Agus Waluyo mengatakan, pihaknya untuk sementara tidak mengungkapkan apakah penyebab keracunan karena bakteri atau kimia. “Untuk memastikan itu tentunya harus uji laboratorium yang diperlukan waktu 3 sampai 5 hari,” katanya. (irf)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...