Polres Kapuas Tangkap Spesialis Curanmor

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah berhasil menangkap pelaku spesialis tindak kejahatan pencurian bermotor (Curas) yang kerab beraksi di daerah setempat.

Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar, SH, S.IK, M.hum mengatakan, pihaknya telah menangkap tiga orang spesialis pencurian bermotor yaitu Juanda Saputra alias Belandut, Hasan Basri dan Salapudin.

“Awalnya yang kita tangkap Juanda, lalu dari hasil pengembangan kita tangkap tersangka lainnya yaitu Salapudin dan Hasan Basri,” katanya saat menggelar press rilis di Mapolres Kapuas, Jumat (26/5/2017).
Menurut Kapolres, tersangka sudah beberapa kali melakukan pencurian bermotor.

“Yang pasti mereka melakukan lebih dari satu kali. Dipenjara nanti keluar melakukan (mencuri) lagi. Jadi, berulang-ulang seperti itu,” ujar Sachroni.

Perwira polisi yang baru saja menjabat sebagai Kapolres Kapuas ini menjelaskan, ditangkapnya tersangka setelah pada, Jumat (12/5/2017), pihaknya menerima laporan tentang kasus pencurian bermotor dengan korban bernama Hendric warga jalan lintas Mandomai Desa Sei Kayu, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas.

“Pada hari itu sekitar pukul 05.00 WIB telah terjadi tindak pidana pencurian bermotor di jalan lintas Mandomai Desa Sei Kayu.

Sebelumnya pelapor memarkirkan sepeda motor miliknya di pinggir jalan depan rumahnya. Kemudian sekitar pukul 05.00 WIB pelapor ingin pergi ke kebun tapi ternyata sepeda motornya merek Honda Kharisma warna hitam tidak ada lagi atau hilang,” ungkap.

Kemudian pelapor, lanjut Sachroni, bersama keluarganya berusaha mencari keberadaan sepeda motor tersebut namun tidak membuahkan hasil. “Akhirnya pelapor melaporkan tindak pidana pencurian bermotor itu ke polisi dan langsung kita tindaklanjuti,” jelasnya.

Terkait kasus ini, polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Kharisma milik korban yang dicuri. Kemudian satu buah mata kunci T, dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna biru yang merupakan sarana pelaku untuk melancarkan aksinya.

Atas perbuatannyan, para tersangka dijerat pasal 363 KUHP pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (irf)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...