Persoalan Dugaan Penista Agama, Ini Saran Tokoh Adat Palangka Raya

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Persoalan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh BM dimana kabarnya disampaikan melalui media sosial, telah menuai sejumlah reaksi publik beberapa hari terakhir ini, bahkan tokoh agama di Kalteng serta Ormas Islam di Palangka Raya sudah melaporkan hal tersebut kepada Kepolisian Daerah Kalteng.

Buntut dari permasalahan itu juga dikabarkan dalam waktu dekat, tepatnya Jum’at (26/05) besok akan ada aksi yang dilakukan beberapa organisasi masyarakat (ormas) yang ada di Kota Palangka Raya khsususnya dan di Kalimantan Tengah umumnya dalam rangka menuntut penanganan hukum dugaan penista agama.

Masih dalam konteks persoalan yang terjadi,  sejumlah tangapan tidak hanya dilontarkan oleh beberapa agama saja, akan tetapi juga disampaikan oleh tokoh adat yang ada di Kota Palangka Raya turut memberikan beberapa pandangan serta masukan mengenai mengenai hal tersebut.

Salah satunya seperti yang disampaikan oleh Damang Pahandut Kota Palangka Raya Marcos Tuwan, bahwa fokus permasalahan yang ada mengarah kepada BM. Dimana sepengetahuan dirinya, BM melakukan Chating dengan seseorang.

“Yang pasti BM, ini melakukan posting kalimat tersebut Locus Delicti nya tidak di teritorial wilayah Kalimantan Tengah. Dan diduga kuat posting yang dilakukan oleh BM persisnya berada di Manado,” jelas Marcos Tuwan.

Artinya persoalan ini locus delictinya berada di Manado. Menjadi pertanyaannya saat ini adalah, kenapa persoalan tersebut diseret-seret ke Kalimantan Tengah, seolah-olah menjadikan alasan untuk membuat demo yang direncanakan.

Lain halnya dengan kejadian dugaan penistaan yang dilakukan oleh HR terkait dugaan kasus lilin. Bahkan ujarnya lagi, muncul pertanyaan baru khususnya kepada sekelompok orang yang memicu persoalan BM ini.

“Kita sangat sepakat sekali, siapapun yang melakukan penistaan agama segera diproses hukum tanpa terkecuali bukan hanya penista agama saja, tapi juga penista Pancasila,” tambah Marcos.

Kita juga berharap agar aparat yang berwajib segera proses hukum bagi penista agama maupun penista pancasila tanpa terkecuali. Bahkan tanpa membedakan agama yang satu atau agama lainnya, apakah dia itu Pendeta, Ulama atau apapun namanya. Karena hukum tidak diskriminatif, dan hukum itu equality atau persamaan.

Dirinya berharap, karena sebentar lagi akan memasuki bulan ramadhan, maka semua pihak harus dapat menjaga kekondusifitasan di Kalteng agar tetap dalam kondisi yang aman dan damai, begitu juga dalam menyikapi permasalahan ini.

“Jadi kita hanya menyarankan, agar aksi demo yang direncanakan tersebut dibatalkan, dengan mempertimbangkan resikonya. Artinya menghindari adanya boncengan dari pihak-pihak tentu yang dapat menimbulkan kondisi yang tidak baik. Dan permasalahan ini sepenuhnya diserahkan kepada Aparat Kepolisian, dan tidak perlu lagi ada demo-demo,” tutupnya.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...